Polda Riau telah memberangkatkan 60 ton bantuan logistik untuk meringankan beban korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman bantuan ini tidak hanya berupa barang kebutuhan pokok, tetapi juga membawa pesan solidaritas dan kepedulian dari masyarakat Riau.
Bantuan tersebut dilepas langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal, pada hari Rabu (14/4/2021). Beliau didampingi oleh sejumlah pejabat utama Polda Riau dalam upacara pelepasan yang berlangsung khidmat. Bantuan yang dikirimkan mencakup berbagai macam kebutuhan, mulai dari sembako, pakaian, hingga perlengkapan sanitasi, yang diharapkan dapat segera tersalurkan kepada para pengungsi dan warga terdampak bencana.
Dalam sambutannya, Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan saling membantu dalam menghadapi masa sulit. “Bantuan ini adalah wujud nyata dari kepedulian dan solidaritas kita terhadap saudara-saudara kita di NTT yang sedang dilanda musibah,” ujar Irjen Pol Mohammad Iqbal. Ia menambahkan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari penggalangan dana yang dilakukan oleh seluruh jajaran Polda Riau, serta partisipasi dari berbagai elemen masyarakat.
Bencana alam yang melanda NTT beberapa waktu lalu telah menimbulkan kerugian material yang signifikan dan berdampak pada ribuan kepala keluarga. Oleh karena itu, bantuan logistik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar para korban dan membantu mereka bangkit kembali. Kapolda Riau juga menyampaikan harapannya agar bantuan yang dikirimkan dapat bermanfaat dan meringankan beban para korban bencana.
Proses pengiriman bantuan dilakukan dengan memanfaatkan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara. Hal ini dipilih untuk memastikan bantuan dapat tiba di NTT dengan cepat dan efisien. Kapolda Riau berharap agar seluruh bantuan yang telah dikirimkan dapat sampai ke tangan para penerima dengan selamat dan tepat sasaran. “Kita berharap bantuan ini dapat menjadi penopang awal bagi mereka yang membutuhkan, dan memberikan semangat baru untuk bangkit dari keterpurukan,” tutup Irjen Pol Mohammad Iqbal.
