Mencari jam tangan pintar (smartwatch) atau pelacak kebugaran (fitness tracker) dengan harga terjangkau namun kaya fitur? Amazfit bisa jadi jawabannya. Merek asal Tiongkok yang berada di bawah Zepp Health Corporation ini kian dikenal sebagai alternatif menarik bagi para pecinta teknologi yang menginginkan kualitas tanpa menguras kantong.
Dibanderol di bawah Rp 7 jutaan, jam tangan Amazfit menawarkan berbagai model yang dirancang untuk kebutuhan spesifik pengguna. Mulai dari pelacak aktivitas dasar hingga jam tangan tangguh untuk petualangan ekstrem, Amazfit punya opsi yang bisa dipertimbangkan.
Secara umum, Amazfit memposisikan diri sebagai pesaing kuat bagi merek seperti Garmin, Coros, atau bahkan Apple, namun dengan banderol harga yang jauh lebih bersahabat. Meskipun ekosistem perangkat lunaknya, Zepp OS, tergolong ringkas dan tertutup, keunggulannya terletak pada daya tahan baterai yang impresif, metrik kesehatan yang akurat, serta pilihan desain yang beragam.
Bagi Anda yang baru mengenal dunia smartwatch atau hanya membutuhkan fungsi dasar pelacakan aktivitas, seri Bip dari Amazfit bisa menjadi titik awal yang baik. Dengan harga sekitar Rp 1,2 jutaan, Bip 6 misalnya, menawarkan kesederhanaan dengan fitur esensial seperti detak jantung, saturasi oksigen, pemantauan tidur, dan tingkat stres. Model ini cocok bagi mereka yang menginginkan ringkasan aktivitas harian yang mudah dipahami.
Untuk penggunaan sehari-hari yang lebih seimbang, lini Active menjadi pilihan ideal. Model seperti Active Max, yang dibanderol sekitar Rp 2,5 jutaan, kerap disebut sebagai best all-around value. Jam tangan ini telah dilengkapi GPS dual-band, daya tahan baterai solid, dan kedalaman pelacakan kesehatan yang setara dengan model lebih mahal.
Bagi para atlet hibrida atau mereka yang aktif dalam berbagai jenis olahraga termasuk latihan kekuatan dan lari, lini Balance patut dilirik. Seri Balance, seperti Balance 3, menawarkan fitur yang lebih lengkap dengan tampilan yang lebih tangguh. Kemitraan Amazfit dengan Hyrox juga memberikan fitur khusus untuk kompetisi hibrida, menjadikannya pilihan yang sangat komprehensif.
Namun, bagi pelari serius yang membutuhkan analisis mendalam, lini Cheetah mungkin masih memiliki beberapa catatan. Meski menawarkan teknologi canggih seperti GPS dual-band, daya lari, dan peta offline, beberapa pengguna merasa pengalamannya belum sepenuhnya dioptimalkan untuk kebutuhan pelari profesional. Pesaing seperti Garmin Forerunner mungkin masih menjadi pilihan utama bagi segmen ini.
Untuk para petualang dan pencinta alam, seri T-Rex hadir dengan desain tangguh dan daya tahan baterai luar biasa. Mirip dengan lini Cheetah, T-Rex unggul dalam perangkat keras, namun dalam hal perangkat lunak dan pengalaman pemetaan, kompetitornya mungkin menawarkan polesan yang lebih baik.
Selain jam tangan, Amazfit juga menawarkan pelacak kebugaran tanpa layar seperti Helio Strap, yang bersaing dengan band sekelas Whoop namun tanpa biaya langganan. Ada pula Helio Ring sebagai alternatif yang lebih terjangkau untuk Oura Ring.
Secara keseluruhan, kekuatan utama Amazfit terletak pada penawaran jam tangan pintar yang serbaguna dengan nilai terbaik di kelasnya. Perangkat keras dan baterainya seringkali melampaui apa yang ditawarkan pesaing di titik harga yang sama. Namun, untuk pengguna yang sangat spesifik, terutama pelari profesional atau pendaki gunung yang membutuhkan ekosistem perangkat lunak yang sangat mendalam, mungkin masih ada ruang untuk perbaikan.
