Turnamen pramusim sepak bola bergengsi Piala Presiden 2026 akhirnya menemui titik terang. Bandung dan Surabaya dipastikan menjadi kota penyelenggara ajang bergengsi tersebut.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait. Pengumuman tersebut muncul melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin, 29 Juni 2026.
Maruarar Sirait mengungkapkan telah menggelar rapat koordinasi persiapan turnamen. Pertemuan itu melibatkan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, serta Tsamara Amany.
Dalam struktur kepanitiaan, Tsamara Amany dipercaya memegang peran sebagai Ketua Steering Committee. Sementara itu, Maruarar Sirait ditunjuk oleh Erick Thohir sebagai penasihat.
Penyelenggaraan Piala Presiden kali ini kembali menekankan prinsip integritas yang tinggi. Maruarar memastikan keterlibatan PWC untuk mengawal tata kelola turnamen agar berjalan transparan.
Terkait aspek siaran, pihak penyelenggara tetap menggandeng Emtek Group. Pilihan ini didasarkan pada rekam jejak profesionalisme grup media tersebut selama turnamen sebelumnya.
Komitmen besar juga ditunjukkan dalam aspek pendanaan ajang ini. Panitia memastikan operasional turnamen tidak menggunakan dana APBN maupun BUMN sama sekali.
Seluruh kebutuhan anggaran akan dipenuhi melalui kemitraan strategis dengan pihak swasta. Strategi ini diambil untuk menjaga kemandirian finansial turnamen pramusim tersebut.
Erick Thohir mengonfirmasi pemilihan Bandung dan Surabaya sebagai tuan rumah utama. Kedua kota tersebut dipilih karena memiliki basis suporter yang sangat fanatik.
Kehadiran Persib Bandung dan Persebaya Surabaya sebagai tuan rumah diprediksi akan menyedot antusiasme tinggi. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kemeriahan selama pertandingan berlangsung.
Segala detail teknis mengenai format turnamen akan diungkap lebih lanjut. Pihak penyelenggara menjadwalkan konferensi pers resmi pada Senin pukul 12 siang.
Publik sepak bola tanah air kini menanti detail lengkap terkait pembagian grup. Turnamen ini diproyeksikan menjadi pemanasan kompetitif sebelum Liga 1 bergulir kembali.
Piala Presiden 2026 diharapkan kembali menjadi magnet bagi pecinta sepak bola nasional. Sinergi antara pemerintah dan federasi diharapkan mampu menyukseskan gelaran ini hingga final.











