PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, yang saat ini dijual seharga Rp 15.950 per liter. Keputusan ini diambil meskipun beberapa jenis BBM nonsubsidi lainnya mengalami penyesuaian harga.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati menjelaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada pertimbangan formula harga dan kondisi pasar minyak dunia yang dinamis. “Penyetelan harga BBM nonsubsidi memang rutin dilakukan, namun ada pertimbangan khusus untuk Pertamax,” ujar Erika pada Rabu, 10 Mei 2023.
Menurut Erika, Pertamina secara berkala mengevaluasi harga BBM nonsubsidi dengan mengacu pada harga minyak dunia rata-rata selama periode tertentu, serta nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. “Pertamina menggunakan formula yang sudah ditetapkan. Jika harga minyak dunia turun, maka harga BBM nonsubsidi bisa turun, begitu pula sebaliknya,” tambahnya.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah mengumumkan penyesuaian harga untuk beberapa jenis BBM nonsubsidi. Harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan per 1 Mei 2023. Pertamax Turbo misalnya, naik dari Rp 14.050 menjadi Rp 14.050 per liter untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dexlite mengalami kenaikan dari Rp 13.700 menjadi Rp 14.950 per liter, sementara Pertamina Dex naik dari Rp 14.250 menjadi Rp 15.400 per liter.
Meskipun demikian, Pertamina memilih untuk menahan harga Pertamax. Hal ini menunjukkan adanya strategi khusus dalam pengelolaan harga BBM nonsubsidi yang mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk daya beli masyarakat dan stabilitas pasokan.
