Saturday, 1 August 2026
BREAKING
BERITA

Pertamina dan Pemprov Jabar Bersinergi Olah Sampah Jadi Energi Bersih

Oleh Emanuel August 1, 2026 1 hour lalu 0 komentar

PT Pertamina (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) untuk mengolah sampah menjadi sumber energi bersih. Kesepakatan ini mencakup pengembangan energi terbarukan seperti hidrogen dan biomethane, yang merupakan langkah krusial dalam mendukung target transisi energi nasional.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak dilakukan pada hari Rabu, 15 Mei 2024. Kerja sama ini berfokus pada pemanfaatan sampah sebagai bahan baku utama untuk menghasilkan hidrogen rendah karbon dan biomethane. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan solusi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan sekaligus berkontribusi pada bauran energi nasional.

Direktur Gasifikasi PT Pertamina, Rachmad setting, menyatakan optimismenya terhadap potensi kolaborasi ini. “Melalui sinergi ini, kami berupaya untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik dan sekaligus menghasilkan energi bersih yang ramah lingkungan,” ujar Rachmad dalam keterangan persnya. Ia menambahkan bahwa Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mencapai net zero emission pada tahun 2060.

Proyek percontohan (pilot project) pengolahan sampah menjadi hidrogen rencananya akan dilakukan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Lulut, Kabupaten Bandung. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada ketersediaan volume sampah yang memadai dan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Nantinya, sampah yang terkumpul akan diolah melalui teknologi gasifikasi untuk menghasilkan hidrogen. Selain hidrogen, teknologi ini juga memungkinkan produksi biomethane yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyambut baik kerja sama ini dan menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan sampah. “Sampah yang selama ini menjadi masalah, kini dapat kita ubah menjadi solusi energi. Ini adalah terobosan yang sangat baik, tidak hanya untuk Jawa Barat tetapi juga untuk Indonesia,” tutur Ridwan Kamil. Ia berharap agar kerja sama ini dapat menjadi model percontohan yang sukses dan dapat direplikasi di daerah lain.

Pengembangan energi bersih dari sampah ini sejalan dengan komitmen global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Hidrogen rendah karbon dipandang sebagai salah satu energi masa depan yang dapat menggantikan bahan bakar fosil dalam berbagai sektor, termasuk transportasi dan industri. Sementara itu, biomethane yang dihasilkan dari penguraian sampah organik juga memiliki potensi besar sebagai pengganti gas alam.

Pertamina dan Pemprov Jabar akan terus berkoordinasi untuk menyusun langkah-langkah teknis dan operasional yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek ini. Diharapkan, kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan, ekonomi, dan ketahanan energi nasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp