Persaingan Sengit Rookie Moto3 2026: Hakim Danish Tuai Apresiasi Usai Duel Sengit di Assen

Danu Eko

Aksi para pembalap debutan Moto3 2026 semakin mencuri perhatian publik internasional. Persaingan ketat antara Veda Ega Pratama dan Hakim Danish menjadi sorotan utama di Sirkuit Assen, Belanda.

Legenda balap Malaysia sekaligus mentor Hakim Danish, Zulfahmi Khairuddin, memberikan apresiasi tinggi atas performa anak asuhnya. Meskipun hasil akhir belum menempatkan Danish di podium, progresnya dinilai sangat menjanjikan.

Danish bersama Veda Ega Pratama dan Brian Uriarte kini menjelma menjadi ancaman serius bagi pembalap berpengalaman. Nama-nama besar seperti Maximo Quiles dan David Almansa mulai merasa tertekan dengan kecepatan para rookie tersebut.

Pada balapan di Assen, Brian Uriarte sempat tampil impresif dengan memimpin jalannya balapan sejak lap pertama. Namun, dominasi tersebut perlahan memudar seiring dengan meningkatnya tekanan dari para rival di belakangnya.

Veda Ega Pratama yang membela Honda Team Asia tampil agresif sejak awal. Memulai balapan dari posisi ketujuh, pembalap asal Gunungkidul ini berhasil menembus posisi tiga besar.

Veda bahkan sempat memimpin jalannya balapan setelah sukses menyalip Quiles dan Almansa. Namun, nasib berkata lain ketika Veda mengalami kecelakaan yang memaksanya gagal finis dan kehilangan poin krusial.

Kepergian Veda dari persaingan terdepan tidak membuat tekanan bagi pembalap papan atas berkurang. Hakim Danish segera mengambil alih peran untuk terus menekan barisan depan hingga lap-lap terakhir.

Pembalap asal Malaysia yang bernaung di tim MT Helmets-MSI ini sempat merasakan memimpin balapan di Assen. Meski performanya sedikit menurun di akhir, Danish sukses mengamankan posisi finis ketujuh.

Hasil tersebut tergolong positif mengingat Danish berhasil naik tiga posisi dari titik start awalnya. Konsistensi ini menjadi modal penting bagi perkembangan karier balapnya di level dunia.

Dominasi rookie tahun ini memang menjadi fenomena unik dalam gelaran Moto3 2026. Persaingan antara talenta muda dari Asia Tenggara dan pembalap Eropa menciptakan tontonan yang sangat dinamis.

Keberanian Veda dan ketenangan Danish di lintasan menjadi sinyal kuat kebangkitan pembalap Asia di kancah global. Pengalaman berharga di Assen dipastikan akan menjadi pelajaran penting bagi keduanya musim ini.

Kini, fokus para pembalap beralih ke seri berikutnya dengan evaluasi teknis yang mendalam. Publik tentu menantikan kejutan lain yang akan disajikan oleh para talenta muda ini di balapan mendatang.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All