Suasana duka menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir pada Senin, 13 Juli. Perasaan kehilangan yang mendalam terpancar dari wajah para pelayat yang hadir.
Di antara kerumunan, tangis pilu istri almarhum Temon tak tertahan pecah. Ia tak kuasa membendung air mata perpisahan yang begitu menyakitkan.
Ucapan selamat tinggal lirih terucap dari bibirnya, “Sampai jumpa sayangku.” Kata-kata itu menggema, mengiringi langkah terakhir sang suami menuju peristirahatan abadi.
Prosesi pemakaman yang berlangsung khidmat itu menjadi saksi bisu betapa besar cinta dan ikatan yang terjalin antara Temon dan belahan jiwanya.
Kepergian Temon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan para sahabat yang mengenalnya. Beliau dikenal sebagai sosok yang…
Meskipun raga telah berpisah, kenangan indah bersama Temon akan terus hidup dalam ingatan.
Keluarga berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Doa dan untaian kata-kata penghiburan terus mengalir dari para pelayat.
Kehilangan ini tentu menjadi pukulan berat bagi sang istri. Dukungan moral dari kerabat menjadi sumber kekuatan di masa sulit ini.
Semoga almarhum Temon dilapangkan jalannya dan diterima segala amal ibadahnya.
Perpisahan di dunia memang menyakitkan, namun keyakinan akan pertemuan kembali di akhirat memberikan sedikit kelegaan.
Semangat untuk keluarga yang ditinggalkan agar tabah menghadapi cobaan ini.
Kisah hidup Temon akan selalu dikenang sebagai pelajaran berharga.
