Saturday, 12 September 2026
BREAKING
DUNIA

Perempuan Penyelam Legendaris Jeju Alih Profesi Jadi Penjaga Karang Laut

Oleh Heni Maulidya September 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pulau Jeju, Korea Selatan – Para perempuan penyelam legendaris dari Pulau Jeju, yang dikenal sebagai Haenyeo, kini mengalihkan keahlian mereka untuk menjaga kelestarian terumbu karang. Perubahan iklim yang memicu kenaikan suhu laut menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut di kawasan tersebut, mendorong para Haenyeo untuk berperan aktif dalam upaya konservasi.

Secara tradisional, Haenyeo adalah penyelam wanita yang mencari hasil laut tanpa alat bantu pernapasan. Profesi yang telah diwariskan turun-temurun ini kini menghadapi tantangan baru akibat dampak pemanasan global. Kenaikan suhu air laut menyebabkan pemutihan karang dan penurunan populasi biota laut yang menjadi sumber mata pencaharian mereka.

Dalam sebuah pernyataan, salah seorang Haenyeo senior, Kim Ae-soon, mengungkapkan keprihatinannya. “Kami melihat laut berubah. Karang-karang yang dulu berwarna-warni kini memutih, dan ikan-ikan yang biasa kami temukan semakin sulit didapat,” ujarnya.

Menanggapi situasi ini, komunitas Haenyeo bersama para ilmuwan dan organisasi lingkungan berkolaborasi dalam program restorasi karang. Mereka memanfaatkan pengetahuan mendalam mereka tentang kondisi laut dan tradisi menyelam untuk melakukan transplantasi karang serta memantau kesehatan ekosistem bawah laut.

Program ini melibatkan penanaman kembali fragmen karang yang sehat ke area yang rusak. Para Haenyeo, dengan pengalaman puluhan tahun menyelam, menjadi aset berharga dalam proses yang membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian tinggi ini. Mereka turun ke kedalaman laut, melakukan penanaman karang dengan tangan mereka sendiri, seolah sedang merawat taman bawah laut.

Upaya ini bukan hanya demi keberlangsungan profesi Haenyeo, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warisan alam yang kaya di Pulau Jeju. UNESCO telah mengakui Haenyeo sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada tahun 2016, menyoroti nilai budaya dan signifikansi sosial mereka.

Seorang peneliti dari Korea Maritime Institute, Dr. Park Ji-hoon, mengapresiasi peran Haenyeo. “Pengetahuan lokal dan pengalaman mereka di laut sangatlah unik. Kolaborasi ini memberikan perspektif baru dalam konservasi laut dan menunjukkan bagaimana kearifan lokal dapat bersinergi dengan sains modern untuk mengatasi krisis lingkungan,” jelasnya.

Melalui peran baru mereka sebagai penjaga karang, para Haenyeo tidak hanya berjuang untuk mempertahankan mata pencaharian, tetapi juga meneruskan warisan mereka dengan cara yang lebih luas, yaitu melindungi laut yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas mereka.

Bagikan: Facebook X WhatsApp