PT Niramas Utama Tbk (JELI) menjadi sorotan setelah mengalami lonjakan volume perdagangan saham yang tidak lazim pada Senin, 10 Juni 2024. Fenomena ini memicu aksi jual panik di kalangan investor, di mana antrean jual mencapai 68 juta lot saham. Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengonfirmasi bahwa kejadian ini bukan disebabkan oleh gangguan sistem.
Kejanggalan dalam perdagangan saham JELI dimulai dengan munculnya antrean jual yang sangat besar. Data perdagangan menunjukkan adanya volume jual yang masif, menciptakan kekhawatiran dan mendorong investor lain untuk segera melepas kepemilikan mereka. Akibatnya, harga saham JELI dilaporkan mengalami penurunan yang signifikan, sebuah pola yang umum terjadi saat terjadi aksi jual panik.
Menanggapi situasi ini, BEI segera melakukan investigasi untuk memastikan penyebabnya. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menyatakan bahwa berdasarkan penelusuran mereka, tidak ada indikasi gangguan pada sistem perdagangan bursa yang menjadi biang keladi lonjakan volume jual tersebut. “Kami sudah cek, tidak ada masalah dengan sistem kami,” tegas Irvan.
Sementara itu, manajemen PT Niramas Utama Tbk juga telah memberikan klarifikasi. Sekretaris Perusahaan Niramas Utama, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menerima surat dari BEI tertanggal 10 Juni 2024, yang meminta penjelasan terkait lonjakan aktivitas perdagangan saham JELI. “Kami telah menerima surat dari BEI terkait dengan pergerakan harga dan volume perdagangan saham kami yang di luar kebiasaan,” ujar Budi dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada publik.
Budi menambahkan bahwa pihaknya sedang dalam proses untuk memberikan tanggapan yang komprehensif kepada BEI. “Kami masih dalam proses untuk menjawab surat dari BEI tersebut,” katanya. Perusahaan berjanji untuk memberikan informasi yang dibutuhkan guna menjelaskan fenomena perdagangan sahamnya yang tidak biasa tersebut.
Peristiwa ini tentu menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik lonjakan antrean jual saham JELI. Meskipun BEI telah memastikan integritas sistemnya, para investor tetap waspada menanti penjelasan lebih lanjut dari Niramas Utama untuk memahami akar permasalahan yang menyebabkan aksi jual panik ini.
