Timnas sepak bola Spanyol merayakan gelar Piala Dunia mereka dengan cara yang tak terlupakan. Di tengah sorak-sorai dan kemeriahan, momen-momen unik mewarnai perayaan tersebut, mulai dari kehadiran speaker merah raksasa hingga koper Louis Vuitton yang mewah, bahkan ada taruhan tato yang menjadi bagian dari euforia kemenangan.
Kemenangan bersejarah ini menjadi penutup musim kompetisi yang gemilang bagi tim asuhan Luis de la Fuente. Meski telah meraih gelar tertinggi, para pemain menegaskan bahwa fokus mereka kini tertuju pada ‘pertandingan berikutnya di bulan September’, menunjukkan semangat pantang menyerah yang terus membara.
Kisah individu turut menghiasi perayaan ini. Rodrigo Hernández, gelandang timnas Spanyol, memiliki kenangan khusus terkait kemenangan Piala Dunia. Pada tahun 2010, saat Spanyol pertama kali menjuarai Piala Dunia, Rodrigo yang berusia 14 tahun tengah berkemah di hutan Connecticut. Ia melewatkan pertandingan semifinal karena sedang berperahu, namun berhasil meyakinkan salah seorang pembimbing untuk menonton final Piala Dunia 2010 di laptop mininya di dalam pondok staf. Ketika Andrés Iniesta mencetak gol kemenangan di menit ke-116, Rodrigo berlari kencang sambil berteriak mengelilingi danau.
Enam belas tahun kemudian, pada malam Spanyol meraih Piala Dunia kedua mereka, Rodrigo kembali berada di Amerika Serikat, tidak terlalu jauh dari lokasi perkemahannya dulu. Kali ini, saat Ferran Torres mencetak gol kemenangan di menit ke-106, Rodrigo berlari lebih terarah, menuju sudut lapangan di mana keluarganya berkumpul. Setelah pertandingan usai dan seluruh rangkaian perayaan mereda, Rodrigo mengambil trofi. Ia menunggu sejenak hingga Donald Trump meninggalkan panggung utama sebelum mengangkat trofi tersebut, menunjukkan ketepatan waktu yang sempurna bahkan dalam momen selebratif ini.
