Wednesday, 15 July 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Perang Spektrum 6G Memanas: Komdigi Tunggu Komando Global, Nasib Teknologi Masa Depan Tergantung WRC

Oleh Herfansyah July 15, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Industri telekomunikasi global telah memasuki fase krusial dalam mempersiapkan era 6G. Teknologi seluler generasi keenam ini diprediksi akan membawa lompatan besar dalam kecepatan, latensi, dan kapabilitas konektivitas.

Namun, di tengah antusiasme pengembangan, Indonesia melalui Komite Penyiaran Digital (Komdigi) masih mengambil sikap ‘wait and see’. Keputusan strategis mengenai penggunaan spektrum frekuensi untuk 6G masih sangat bergantung pada hasil World Radiocommunication Conference (WRC).

WRC merupakan forum internasional yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU). Forum ini bertugas mengalokasikan dan mengelola spektrum frekuensi radio global, serta mengatur satelit.

“Kami masih menunggu keputusan WRC. Ini adalah forum penentu utama,” ujar seorang perwakilan Komdigi yang enggan disebutkan namanya, saat dihubungi pada Selasa (23/4/2024).

Keputusan WRC sangat krusial karena akan menentukan pita frekuensi mana saja yang akan dialokasikan untuk layanan 6G di seluruh dunia. Tanpa alokasi spektrum yang jelas, pengembangan dan implementasi teknologi 6G di Indonesia akan sulit untuk dilanjutkan.

Spektrum frekuensi adalah ‘jalan raya’ bagi data. Semakin luas dan berkualitas spektrum yang tersedia, semakin baik pula performa jaringan seluler yang dapat dibangun.

Saat ini, berbagai negara dan organisasi riset tengah giat menjajaki potensi spektrum baru untuk 6G. Frekuensi milimeter wave (mmWave) yang digunakan pada 5G kemungkinan akan diperluas, namun spektrum di frekuensi lebih tinggi juga mulai dilirik.

Bahkan, ada wacana untuk memanfaatkan spektrum sub-terahertz dan terahertz. Namun, tantangan teknis dan regulasi untuk memanfaatkan spektrum ini masih sangat besar.

Indonesia, sebagai salah satu pasar telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara, memiliki kepentingan besar dalam menentukan arah spektrum 6G. Keterlibatan aktif dalam forum WRC menjadi sangat penting untuk memastikan ketersediaan dan keberlanjutan alokasi spektrum yang sesuai dengan kebutuhan nasional.

Kesiapan infrastruktur dan regulasi pendukung juga menjadi catatan penting. Pengembangan 6G bukan hanya soal spektrum, tetapi juga membutuhkan investasi besar dalam teknologi baru, perangkat, dan ekosistem yang mendukung.

Oleh karena itu, sikap Komdigi yang menahan diri sembari memantau perkembangan WRC adalah langkah antisipatif yang bijak. Keputusan yang diambil harus mempertimbangkan lanskap global dan kepentingan jangka panjang Indonesia dalam revolusi teknologi telekomunikasi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait