Friday, 24 July 2026
BREAKING
BERITA

Penurunan Kredit Kendaraan di Multifinance Berdampak pada Sektor Asuransi Umum

Oleh Emanuel July 24, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Penurunan tajam dalam penyaluran kredit kendaraan bermotor oleh perusahaan multifinance pada tahun 2023 memberikan pukulan signifikan terhadap bisnis asuransi umum di Indonesia. Data menunjukkan bahwa terjadi anjloknya porsi pembiayaan kendaraan, yang secara langsung mengurangi kebutuhan akan produk asuransi kendaraan sebagai syarat utama dalam pengajuan kredit.

Realisasi pembiayaan kendaraan bermotor oleh perusahaan multifinance sepanjang 2023 dilaporkan mengalami penurunan drastis. Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Wianto A. Widodo, pada 2023, total outstanding pembiayaan kendaraan bermotor hanya mencapai Rp 142,7 triliun. Angka ini turun 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 160,1 triliun.

Penurunan ini bukan tanpa sebab. Salah satu faktor utamanya adalah perubahan kebijakan dari beberapa perusahaan multifinance yang mulai mengurangi porsi pembiayaan kendaraan bermotor. “Memang ada beberapa perusahaan multifinance yang sudah mulai mengurangi porsi kendaraan bermotornya,” ungkap Wianto dalam sebuah keterangan kepada media.

Dampak dari penurunan penyaluran kredit kendaraan ini terasa langsung oleh industri asuransi umum. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Dede Suryadi, menjelaskan bahwa asuransi kendaraan merupakan salah satu lini bisnis utama bagi perusahaan asuransi umum. “Kalau kredit kendaraan anjlok, otomatis lini bisnis asuransi kendaraan kami juga ikut tergerus,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dede merinci bahwa segmen asuransi kendaraan secara umum menyumbang porsi yang cukup besar dalam portofolio bisnis asuransi umum. “Porsi terbesar itu biasanya di kendaraan, yang bisa mencapai 30-40 persen dari total pendapatan premi,” tambahnya. Dengan demikian, pelemahan di sektor multifinance ini berimplikasi langsung pada penurunan pendapatan premi di sektor asuransi umum.

Menanggapi kondisi ini, AAUI telah mengambil langkah-langkah strategis. Dede Suryadi menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk mengoptimalkan lini bisnis lain yang berpotensi tumbuh. Selain itu, asosiasi juga mendorong anggotanya untuk melakukan inovasi produk agar tetap relevan di tengah perubahan pasar. “Kami tetap optimistis bahwa industri asuransi umum masih memiliki ruang untuk bertumbuh dengan mengoptimalkan lini bisnis lain dan terus berinovasi,” tutup Dede.

Bagikan: Facebook X WhatsApp