Presiden FIFA Gianni Infantino tengah menghadapi sorotan tajam terkait rencananya menjual 20% hak komersial Piala Dunia kepada entitas bisnis swasta. Rencana ini tidak hanya menuai kritik dari pecinta sepak bola dan pejabat UEFA, tetapi juga menarik perhatian Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat.
Anggota senior Partai Demokrat, Jamie Raskin, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kesepakatan ini memiliki kaitan erat dengan keluarga Trump. Rencana penjualan tersebut didukung oleh Joshua Kushner, melalui perusahaan investasi miliknya. Raskin secara spesifik menyatakan kepada Politico, “FIFA secara langsung melakukan bisnis dengan keluarga Trump.” Ia juga merujuk pada penghargaan yang diberikan Infantino kepada Presiden Trump pada Desember lalu, serta penggunaan ruang kantor FIFA di Trump Tower, New York.
Lebih lanjut, Raskin menuding ada potensi kolusi dalam transaksi ini. “Tampaknya penghargaan ‘Peace Prize’ palsu dan sewa besar di Trump Tower belum cukup – kini Infantino melakukan ‘hat-trick’ suap dengan mengejar kesepakatan multibiliar dolar dengan saudara Jared Kushner untuk menjual saham kepemilikan Piala Dunia kepada investor swasta,” ujar Raskin.
Joshua Kushner kini disebut-sebut menjadi tokoh sentral dalam upaya penjualan hak komersial Piala Dunia kepada para investor. Ikatan keluarga yang kuat mengelilingi proyek ambisius ini, memicu pertanyaan mengenai transparansi dan potensi kepentingan pribadi dalam pengelolaan aset FIFA yang bernilai besar.
