Masih maraknya pengendara motor yang merokok di jalan raya menjadi sorotan serius. Tindakan ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga berpotensi besar mengganggu konsentrasi dan keselamatan pengendara lain, bahkan memicu celaka. Meskipun aturan mengenai larangan merokok di area publik telah ada, tingkat kesadaran masyarakat dan efektivitas penegakan hukumnya masih terbilang rendah.
Merokok saat berkendara, terutama sepeda motor, dapat berdampak negatif pada konsentrasi. Asap rokok yang masuk ke mata pengendara lain bisa menyebabkan iritasi dan gangguan pandangan. Selain itu, tindakan membuang puntung rokok sembarangan juga berisiko menimbulkan kebakaran, terutama di musim kemarau. Hal ini menciptakan lingkungan berkendara yang kurang aman bagi semua pihak.
Dampak buruk dari kebiasaan merokok saat berkendara ini disorot oleh berbagai pihak. Menurut Dokter Spesialis Paru, dr. Erlang, Sp.P(K), merokok dapat memicu batuk dan sesak napas yang bisa mengganggu fokus saat berkendara. “Jadi, kalau lagi nyetir terus batuk-batuk, kan ngagetin orang di belakangnya,” jelasnya dalam sebuah kesempatan.
Senada dengan itu, Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, menyoroti regulasi yang sebenarnya sudah ada namun belum optimal dijalankan. Ia mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, yang melarang aktivitas merokok di tempat umum. “Aturannya sudah ada, tapi memang kesadaran masyarakatnya yang masih rendah,” ujar Djoko.
Djoko menambahkan bahwa penegakan hukum terhadap pelanggar aturan ini juga masih lemah. Tanpa adanya sanksi yang tegas dan berkelanjutan, pengendara cenderung mengabaikan aturan tersebut. “Penegakan hukumnya ini yang harus lebih serius. Kalau tidak ada efek jera, ya akan terus begitu,” tegasnya.
Upaya peningkatan kesadaran masyarakat perlu digalakkan melalui berbagai kampanye edukasi yang menyasar langsung para pengendara. Selain itu, peran aparat penegak hukum dalam memberikan teguran dan sanksi yang sesuai juga sangat krusial untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang lebih baik, bebas dari ancaman rokok di jalan raya.
