Saturday, 1 August 2026
BREAKING
BERITA

Peneliti Kembangkan Biofuel dari Tanaman Liar untuk Solusi Energi Nasional

Oleh Emanuel August 1, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah menggarap potensi besar tanaman liar yang tumbuh subur di Indonesia untuk diubah menjadi bahan bakar nabati, seperti solar dan avtur. Pengembangan ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam mewujudkan ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Fokus utama riset ini adalah pada tanaman liar yang belum banyak dimanfaatkan namun memiliki kandungan minyak yang melimpah. Para peneliti meyakini, pemanfaatan sumber daya alam lokal ini dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor dan mendorong kemandirian energi Indonesia.

Salah satu peneliti dari BRIN, Dr. Ir. Dudi, M.T., menjelaskan bahwa proses konversi minyak dari tanaman liar menjadi biofuel telah menunjukkan hasil yang menjanjikan. “Melalui serangkaian proses, kami optimalkan kandungan minyak dari tanaman liar ini untuk bisa disintesis menjadi bahan bakar setara solar dan avtur,” ungkap Dr. Dudi pada acara sosialisasi di Yogyakarta, Selasa (20/2/2024).

Ia menambahkan bahwa pemilihan jenis tanaman liar didasarkan pada ketersediaan hayati yang tinggi di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini menjadi faktor penting agar pengembangan biofuel dapat dilakukan secara berkelanjutan dan ekonomis dalam skala besar. Keberhasilan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai bauran energi terbarukan yang lebih tinggi.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Sc.Agr., dari UGM, menyoroti aspek keberlanjutan dan potensi ekonomi dari pengembangan biofuel ini. “Ini bukan hanya tentang energi, tapi juga pemberdayaan masyarakat lokal. Jika dikembangkan dengan baik, bisa membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Prof. Bambang.

Proyek riset kolaboratif ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listyani Dewi, mengapresiasi langkah BRIN dan UGM. “Kami sangat mendukung inovasi seperti ini. Ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Energi yang mengamanatkan peningkatan penggunaan energi terbarukan,” katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Lebih lanjut, pengembangan biofuel dari tanaman liar ini diproyeksikan dapat membantu Indonesia dalam memenuhi komitmen internasional terkait pengurangan emisi gas rumah kaca. Dengan mengganti sebagian kebutuhan bahan bakar fosil dengan biofuel, dampak lingkungan dari sektor transportasi dan industri diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp