Pemerintah Kabupaten Brebes kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jaring pengaman sosial melalui penyaluran ribuan paket bantuan sosial (bansos) sembako. Program yang dikenal sebagai Wareg Sedoyo Tahap I Tahun Anggaran 2026 ini menyasar warga kurang mampu di berbagai pelosok kecamatan, dengan distribusi yang berlangsung pada Minggu (24/5/2026) dan Senin (25/5/2026). Inisiatif ini digulirkan sebagai upaya strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, meringankan beban ekonomi masyarakat jelang Hari Raya Idul Adha, serta secara bertahap menekan angka kemiskinan di Kabupaten Brebes.
Penyaluran bansos ini tidak hanya berfokus pada distribusi semata, melainkan juga menjadi manifestasi kehadiran pemerintah di tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat. Total ribuan paket sembako disiapkan untuk didistribusikan secara merata, menjangkau daerah-daerah yang paling membutuhkan. Langkah proaktif ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan, terutama bagi keluarga-keluarga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Secara rinci, penyaluran bansos Wareg Sedoyo Tahap I ini mencakup beberapa wilayah prioritas. Di Brebes selatan, yang meliputi lima kecamatan padat penduduk seperti Bantarkawung, Bumiayu, Paguyangan, Tonjong, dan Sirampog, total 2.060 paket sembako dialokasikan. Setiap kecamatan di zona selatan tersebut menerima jatah yang sama, yakni 412 penerima manfaat. Pembagian yang terukur ini bertujuan memastikan pemerataan bantuan.
Selain itu, Dinas Sosial Kabupaten Brebes juga mengemban tugas mendistribusikan 2.056 paket bansos di lima wilayah lain. Kecamatan Tanjung, Losari, Bulakamba, dan Brebes masing-masing mendapatkan alokasi 412 paket. Sementara itu, Kecamatan Wanasari menerima sedikit perbedaan dengan 408 paket sembako, menyesuaikan dengan data penerima manfaat yang telah diverifikasi secara cermat.
Respons positif datang dari masyarakat penerima manfaat, salah satunya Umairoh, warga Desa Sengon, Kecamatan Tanjung. Setelah mengantre dengan tertib di Aula Kecamatan Tanjung, ia mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan sembako yang berisi kebutuhan pokok tersebut. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati Brebes atas perhatian dan kepeduliannya kepada masyarakat kecil seperti kami. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarga," ujar Umairoh dengan haru. Ia juga menambahkan harapan agar Ibu Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam memimpin Kabupaten Brebes.
Penyaluran bantuan di Kecamatan Tanjung secara simbolis diserahkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Brebes, Subandi. Kehadirannya mewakili Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, menggarisbawahi pentingnya program ini bagi pemerintah daerah. Subandi menyampaikan pesan Bupati yang menekankan bahwa pemerintah tidak ingin ada warga yang merasa tertinggal atau sendiri dalam menghadapi kesulitan hidup.
Subandi lebih lanjut menjelaskan bahwa Program Wardoyo, nama lain yang melekat pada inisiatif ini, bukanlah sekadar kegiatan distribusi sembako biasa. Menurutnya, program ini merupakan wujud nyata kehadiran dan kebersamaan pemerintah daerah di tengah tantangan hidup yang dihadapi masyarakat. "Bantuan ini kami harapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membawa keberkahan bagi keluarga penerima manfaat," tambahnya, menegaskan misi sosial dari program tersebut.
Di lokasi terpisah, suasana serupa tampak di Aula Kecamatan Paguyangan, di mana Wakil Bupati Brebes, Wurja, turut hadir untuk menyerahkan bantuan secara simbolis. Ia didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Imam Baehaqi, serta Camat Paguyangan, Koko Kusnanto. Dalam sambutannya, Wurja menegaskan bahwa bantuan ini adalah program murni Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Sosial. "Program ini harus dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan," kata Wurja, menekankan pentingnya akurasi data penerima.
Wurja juga merinci isi paket sembako yang disalurkan, meliputi beras, minyak goreng, telur, dan gula. Ia menambahkan kabar baik bahwa paket bantuan ini nantinya akan dilengkapi dengan komoditas daging untuk masyarakat, sebuah tambahan yang sangat berarti terutama menjelang Hari Raya Idul Adha. "Kami berkeliling dari kecamatan lain ke Paguyangan, lalu nanti bergerak ke Tonjong dan sekitarnya, untuk menyalurkan bantuan ini sesuai data dan kriteria yang berhak menerima," jelas Wurja, menggambarkan luasnya jangkauan distribusi.
Pemerintah Kabupaten Brebes juga menunjukkan komitmen jangka panjangnya dengan berencana menata ulang sistem pendataan jaring pengaman sosial. Hal ini termasuk evaluasi dan perbaikan data untuk Program Keluarga Harapan (PKH), demi memastikan efektivitas serta ketepatan sasaran bantuan di lapangan. Wurja menegaskan prinsip ini dengan lugas: "Bantuan akan bermanfaat besar jika sampai ke yang membutuhkan, namun nilainya akan hilang jika diterima oleh mereka yang mampu."
Tidak hanya berfokus pada bantuan pangan, Wurja juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyosialisasikan program unggulan lainnya, yakni "Satu Keluarga Satu Sarjana". Program beasiswa pendidikan tinggi ini telah berhasil membiayai lebih dari 600 warga Brebes dari keluarga kurang mampu, membuka peluang masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda daerah. Inisiatif ini menunjukkan pendekatan holistik Pemkab Brebes dalam penanggulangan kemiskinan, tidak hanya melalui bantuan langsung, tetapi juga investasi pada sumber daya manusia.
Menutup rangkaian kegiatan penyerahan bantuan jaring pengaman sosial, Wakil Bupati Brebes kembali menekankan arti penting Program Wardoyo sebagai wujud kepedulian pemerintah. "Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok warga, terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha," ujarnya. Wurja juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam pelayanan pemerintah daerah. "Terima kasih dan mohon maaf dari segala kekurangan," pungkas Wurja, mengakhiri kegiatan dengan kerendahan hati.
Melalui Program Wareg Sedoyo Tahap I ini, Pemerintah Kabupaten Brebes berharap dapat terus memberikan dukungan konkret bagi masyarakatnya. Penyaluran bansos ini menjadi bagian integral dari strategi besar Pemkab untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri, dengan fokus pada ketahanan pangan dan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan daerah.











