Pemeliharaan Gardu Induk PLN, Listrik Kampus UI Depok Terpadam Siang Ini

Yohanes

Universitas Indonesia (UI) mengumumkan adanya pemadaman listrik yang akan terjadi di Kampus Depok pada hari ini, Jumat (19/6/2026). Pemadaman ini dijadwalkan berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh pihak UI melalui akun Instagram resminya, @univ_indonesia.

Penyebab utama pemadaman listrik ini adalah kegiatan pemeliharaan gardu induk yang akan dilakukan oleh PT PLN (Persero). Pemeliharaan rutin ini bertujuan untuk memastikan keandalan pasokan listrik dan mencegah potensi gangguan yang lebih besar di masa mendatang. Pihak UI telah menginformasikan bahwa seluruh civitas akademika, tenaga kependidikan, serta para pengguna layanan di kampus diimbau untuk menyesuaikan aktivitas mereka.

Perlu dicatat bahwa pemadaman listrik ini tidak akan mencakup area vital seperti Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dan Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK). Kedua fasilitas tersebut diprioritaskan untuk tetap mendapatkan pasokan listrik demi kelancaran pelayanan medis dan akademik yang tidak dapat terganggu.

Pemadaman listrik di lingkungan kampus, meskipun bersifat sementara, tentu dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi aktivitas perkuliahan, penelitian, administrasi, maupun kegiatan operasional lainnya yang sangat bergantung pada ketersediaan daya listrik. Oleh karena itu, imbauan untuk penyesuaian aktivitas menjadi krusial. Para mahasiswa dan staf diharapkan dapat merencanakan pekerjaan yang membutuhkan listrik sebelum atau sesudah periode pemadaman.

Kondisi pasokan listrik nasional sendiri baru-baru ini mendapat perhatian serius dari pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya telah memberikan kepastian bahwa tidak ada rencana pemadaman listrik berskala nasional dalam waktu dekat. Pernyataan ini disampaikan Bahlil pada Kamis (18/6/2026) di Jakarta, menjawab kekhawatiran publik mengenai ketersediaan energi listrik.

"Insya Allah tidak," ujar Bahlil ketika dikonfirmasi oleh wartawan mengenai kemungkinan pemadaman listrik nasional. Hal ini menunjukkan adanya langkah-langkah strategis yang telah diambil oleh pemerintah bersama PT PLN (Persero) untuk menjaga stabilitas pasokan listrik.

Diskusi intensif telah dilakukan antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Pembahasan tersebut berfokus pada penyusunan strategi untuk memaksimalkan pelayanan listrik kepada seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu aspek penting yang dibahas adalah skema pembayaran kompensasi dan subsidi kepada PLN. Pemberian dukungan finansial yang memadai diharapkan dapat memperkuat kapasitas keuangan perusahaan pelat merah ini dalam menjalankan fungsinya sebagai penyedia listrik.

"Jadi, secara umum, sudah dibahas tadi, tidak ada masalah," tegas Bahlil, mengindikasikan bahwa langkah-langkah penjaminan pasokan listrik nasional telah berada dalam jalur yang benar.

Menteri ESDM juga memaparkan data mengenai kebutuhan batu bara untuk operasional PLN. Kebutuhan tahunan batu bara bagi PLN diperkirakan mencapai 154 juta metrik ton. Dari jumlah tersebut, PLN telah berhasil mengamankan kontrak pasokan sebesar 134 juta ton. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 20 juta metrik ton yang menjadi fokus perhatian pemerintah untuk segera dipenuhi.

Untuk mengatasi kendala dalam pemenuhan kebutuhan energi primer, khususnya batu bara, Menteri ESDM telah mengambil inisiatif dengan membentuk sebuah tim pengadaan khusus. Tim ini bertugas untuk mengamankan pasokan batu bara kalori sedang yang dibutuhkan oleh pembangkit listrik PLN. Keberadaan tim ini diharapkan dapat mencegah terulangnya permasalahan pasokan energi primer di masa mendatang.

Tim pengadaan tersebut melibatkan beberapa pihak penting, termasuk perwakilan dari PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pembentukan tim lintas sektoral ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap rantai pasok energi primer. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya preventif agar kendala serupa tidak terus berulang dan mengganggu pasokan listrik nasional.

"Dalam rangka pengawasan energi primer agar tidak begini terus, maka kami membentuk tim pengadaan. PLN, Dirjen Minerba, dan BPKP," jelas Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Senin (15/6/2026). Pernyataan ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam memastikan keberlanjutan dan keandalan sistem kelistrikan nasional, di mana pemeliharaan rutin seperti yang dilakukan PLN di Kampus UI Depok merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga stabilitas tersebut.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All