Lima tahun lalu, para bintang National Women’s Soccer League (NWSL) terpaksa mengambil pekerjaan sampingan seperti mengemas barang di Amazon atau menjadi pengemudi DoorDash demi menopang hidup dengan gaji yang minim. Kini, era baru telah terbuka berkat Perjanjian Kerja Bersama (CBA) yang memungkinkan para pemain mengejar hasrat di luar lapangan, membuka jalan bagi berbagai usaha sampingan yang unik.
Contohnya, Bea Franklin, gelandang Chicago Stars, tak lagi merasakan dinginnya malam di Ketchum, Idaho, hanya di lapangan hijau. Di bawah tatapan hewan-hewan yang diawetkan di Pioneer Saloon, ia dengan lihai menyajikan martini. Mengenakan sepatu bot koboi, Franklin tak hanya menunjukkan keahliannya meracik minuman, tetapi juga menyeimbangkan hidupnya di luar rutinitas sepak bola yang telah mendominasi sebagian besar hidupnya. Pekerjaan sampingan ini bukan lagi tentang kebutuhan finansial, melainkan sebuah cara untuk mengeksplorasi diri di luar identitasnya sebagai atlet.
Perubahan signifikan ini merupakan buah dari negosiasi CBA yang sukses. Kesepakatan baru ini tidak hanya meningkatkan gaji pemain, tetapi juga memberikan keleluasaan lebih besar bagi mereka untuk terlibat dalam berbagai kegiatan profesional dan wirausaha. Hal ini memungkinkan para atlet NWSL untuk mengembangkan minat mereka di berbagai bidang, mulai dari dunia kuliner hingga kewirausahaan.
Kisah Bea Franklin hanyalah satu dari sekian banyak contoh. Banyak pemain NWSL kini memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun merek pribadi dan mengejar impian mereka. Ada yang membuka kafe kopi spesialti, merintis lini pakaian, bahkan terlibat dalam dunia seni dan hiburan. Mereka tidak lagi dibatasi oleh stigma pekerjaan sampingan semata-mata untuk bertahan hidup, melainkan melihatnya sebagai platform untuk pertumbuhan pribadi dan profesional.
Perkembangan ini menandai kemajuan penting bagi NWSL, tidak hanya dalam hal kompensasi pemain, tetapi juga dalam pengakuan terhadap potensi dan bakat mereka di luar lapangan. Dengan dukungan CBA yang baru, para pemain kini memiliki kesempatan yang lebih baik untuk membangun masa depan yang lebih luas dan beragam, membuktikan bahwa mereka adalah atlet yang berprestasi dan juga individu yang memiliki ambisi multifaset.
