Leandro Paredes, gelandang andalan tim nasional Argentina, berpotensi besar untuk lepas dari sanksi berat dari FIFA menyusul insiden mencekik bek Spanyol, Eric Garcia, yang terjadi pasca pertandingan final Piala Dunia 2026. Kejadian ini sempat memicu spekulasi mengenai hukuman yang akan diterima Paredes.
Menurut informasi yang beredar, Paredes dapat menghindar dari sanksi FIFA berkat adanya sejumlah faktor yang meringankan. Salah satunya adalah keputusan wasit utama pertandingan yang tidak mencatat insiden tersebut dalam laporan resmi pertandingan. Tanpa adanya catatan resmi dari wasit, FIFA akan kesulitan untuk mendasarkan sanksi yang tegas.
Lebih lanjut, laporan dari berbagai media menyebutkan bahwa komite disiplin FIFA cenderung melihat insiden ini sebagai bagian dari ketegangan emosional pasca pertandingan final yang sangat intens. Ketegangan tersebut, meskipun tidak membenarkan tindakan kekerasan, terkadang dianggap sebagai respons spontan di tengah euforia dan tekanan tinggi.
“Kami sedang meninjau rekaman video dan laporan terkait. Namun, tanpa catatan dari wasit di lapangan, proses investigasi akan lebih kompleks,” ujar seorang sumber internal FIFA yang enggan disebutkan namanya, sebagaimana dikutip dari berbagai pemberitaan. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa absennya catatan wasit menjadi poin krusial.
Eric Garcia sendiri, yang menjadi korban mencekik tersebut, dikabarkan tidak mengajukan keluhan resmi terkait insiden ini kepada FIFA. Sikap Garcia ini, meskipun tidak secara langsung mempengaruhi keputusan FIFA, dapat menjadi pertimbangan dalam menilai tingkat keseriusan pelanggaran yang terjadi.
Piala Dunia 2026 sendiri telah usai dengan Argentina keluar sebagai juara. Namun, euforia kemenangan tersebut tampaknya diwarnai oleh insiden-insiden minor yang terjadi di luar lapangan, salah satunya yang melibatkan Leandro Paredes dan Eric Garcia.
Keputusan akhir mengenai sanksi Paredes masih menunggu hasil peninjauan FIFA secara menyeluruh. Namun, dengan adanya faktor-faktor yang telah disebutkan, peluang Paredes untuk terhindar dari hukuman berat semakin terbuka lebar.
