Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro, menyoroti beberapa aspek krusial yang perlu dibenahi timnya pasca menjalani laga uji coba melawan Garudayaksa FC pada Sabtu, 8 Juni 2024. Pertandingan yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, tersebut, meskipun berakhir dengan kemenangan PSIM, justru mengungkap adanya pekerjaan rumah besar terkait mentalitas dan komunikasi antarpemain, bukan semata-mata pada hasil akhir.
Dalam evaluasi pasca pertandingan, Seto Nurdiyantoro secara spesifik menyebutkan bahwa timnya masih terlihat kurang memiliki daya juang yang konsisten dan komunikasi yang efektif di lapangan. “Bukan soal menang atau kalah, tapi memang ada catatan-catatan penting yang harus kita perbaiki, terutama soal mentalitas pemain dan komunikasi mereka di dalam lapangan,” ujar Seto Nurdiyantoro. Ia menekankan bahwa kedua aspek ini menjadi fondasi penting bagi PSIM untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2024/25 yang diprediksi akan semakin ketat.
Lebih lanjut, pelatih yang akrab disapa ‘Mbah’ Seto ini menguraikan bahwa beberapa pemain masih terlihat ragu-ragu dalam mengambil keputusan dan kurang berani dalam berduel. “Masih ada pemain yang ragu-ragu, kurang berani dalam situasi duel satu lawan satu. Ini yang harus kita tingkatkan. Kita butuh pemain yang punya mental baja dan tidak mudah menyerah,” tambahnya. Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi yang baik agar koordinasi antar lini berjalan lancar dan meminimalkan kesalahan.
Kendati demikian, Seto Nurdiyantoro tetap memberikan apresiasi atas upaya para pemainnya dalam pertandingan uji coba tersebut. Ia melihat bahwa ada perkembangan positif yang ditunjukkan, meski belum maksimal. “Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa belajar dari setiap pertandingan, termasuk uji coba ini. Evaluasi ini akan menjadi bekal kita untuk terus berbenah sebelum kompetisi sesungguhnya dimulai,” jelasnya.
Menjelang bergulirnya Liga 2 musim 2024/25, PSIM Yogyakarta bertekad untuk terus mematangkan persiapan. Laga uji coba melawan Garudayaksa FC menjadi salah satu tolok ukur sejauh mana tim berjuluk Laskar Mataram ini siap menghadapi tantangan di musim mendatang. Fokus utama saat ini adalah memperbaiki kelemahan di sektor mental dan komunikasi, agar PSIM dapat tampil lebih solid dan berdaya saing.
