Pelatih tim nasional sepak bola wanita Malaysia U-16, Fairuz Montana Zainal Abidin, memberikan pengakuan mengejutkan terhadap pelatih Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann. Ia menganggap Scheunemann bukan sekadar lawan di lapangan hijau, melainkan seorang figur yang patut dihormati layaknya seorang guru.
Pengakuan ini dilontarkan Fairuz Montana setelah menyaksikan performa tim asuhannya yang harus mengakui keunggulan Garuda Pertiwi dalam sebuah pertandingan. “Saya menganggap Timo Scheunemann sebagai guru saya. Dia telah menunjukkan kepada kami apa yang harus kami lakukan,” ujar Fairuz Montana dengan nada penuh kekaguman.
Lebih lanjut, Fairuz Montana merinci alasan di balik pujian tingginya tersebut. Ia menilai bahwa Timnas Indonesia U-16, yang dilatih oleh Scheunemann, menunjukkan permainan yang matang dan terstruktur. “Mereka (Indonesia) bermain dengan sangat baik. Cara mereka mengalirkan bola, cara mereka menekan, itu semua sangat baik,” jelasnya.
Ia juga menyoroti kedalaman taktik yang diterapkan oleh Scheunemann. Menurut Fairuz Montana, strategi yang dijalankan oleh pelatih asal Jerman tersebut sangat efektif dalam mengendalikan jalannya pertandingan dan menciptakan peluang. “Indonesia memiliki organisasi permainan yang sangat baik, dan kami masih harus belajar banyak,” tambahnya.
Kekalahan yang dialami Malaysia U-16 menjadi pelajaran berharga bagi Fairuz Montana dan timnya. Ia bertekad untuk membawa pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus berkembang. “Ini adalah pengalaman yang bagus bagi para pemain kami. Kami akan belajar dari pertandingan ini dan mencoba untuk tampil lebih baik di masa depan,” pungkas Fairuz Montana Zainal Abidin.
