Wednesday, 15 July 2026
BREAKING
MOTOGP

Pecco Bagnaia Antusias Sambut Era Baru Aprilia MotoGP: Kontrak Jangka Panjang dan Proyek ‘All-Italian’ Penuh Keyakinan

Oleh Wibowo June 26, 2026 3 weeks lalu 0 komentar

Juara dunia MotoGP dua kali, Pecco Bagnaia, akhirnya buka suara untuk pertama kalinya setelah konfirmasi resminya tentang kepindahan mengejutkan dari Ducati ke Aprilia mulai musim 2027. Dalam sesi wawancara yang berlangsung pada Kamis di sela-sela gelaran MotoGP Belanda, Bagnaia tidak bisa menyembunyikan kegembiraan dan optimismenya terhadap babak baru dalam kariernya ini.

Pembalap Italia itu telah meneken kontrak berdurasi empat tahun dengan pabrikan asal Noale tersebut, sebuah kesepakatan jangka panjang yang menunjukkan komitmen kuat dari kedua belah pihak. "Saya sangat bersemangat. Saya sangat senang," ungkap Bagnaia kepada MotoGP.com, menggarisbawahi antusiasme besarnya terhadap tantangan baru ini.

Bagnaia mengungkapkan bahwa dirinya sendiri yang mendorong untuk mendapatkan kontrak jangka panjang. "Saya sangat mendorong untuk kontrak jangka panjang, dan empat tahun terdengar banyak dalam olahraga kami," jelasnya. Namun, ia menambahkan bahwa keyakinannya pada proyek Aprilia sangat kuat dan dukungan yang diterimanya dari tim sungguh luar biasa.

Kontrak empat tahun yang ditandatangani Bagnaia ini menjadi salah satu yang terpanjang dalam sejarah MotoGP modern, mengingatkan pada kesepakatan serupa yang pernah dibuat oleh rekan setimnya saat ini di Ducati, Marc Marquez, dengan Honda pada awal 2020. Durasi kontrak ini menegaskan ambisi Aprilia untuk membangun fondasi yang kuat dengan Bagnaia sebagai poros utamanya.

Pembalap berusia 26 tahun itu juga mengungkap bahwa ia sebenarnya memiliki beberapa opsi lain di bursa transfer pembalap yang sedang memanas. Namun, Aprilia menjadi pilihannya karena diskusi antara dirinya dan pabrikan telah berlangsung selama bertahun-tahun. "Setiap tahun saya selalu berkata, ‘mari kita lihat’," ujarnya, menunjukkan bahwa kepindahan ini bukanlah keputusan mendadak melainkan hasil dari pertimbangan matang.

Bagnaia juga menyuarakan keyakinannya pada potensi sebuah tim yang sepenuhnya beranggotakan orang Italia. "Akhirnya waktu itu tiba, dan saya sangat senang karena saya pikir tim yang sepenuhnya Italia bisa melakukan pekerjaan yang luar biasa," imbuhnya. Visi ini selaras dengan identitas Aprilia sebagai pabrikan Italia yang memiliki sejarah panjang dalam dunia balap.

Proses pengambilan keputusan Bagnaia ternyata sudah dimulai sejak musim lalu, setelah paruh pertama yang ia seggani cukup sulit. "Cukup jelas bahwa tahun lalu sulit," kata Bagnaia. Ia menjelaskan bahwa ia mulai membangun keputusan ini sekitar pertengahan musim lalu, dengan pendekatan dan pola pikir yang berbeda. Diskusi intensif kemudian diyakini telah mencapai finalisasi selama sesi tes pramusim di Buriram.

Di Aprilia, Bagnaia akan berduet dengan sahabat karibnya, Marco Bezzecchi, yang saat ini menjadi pemuncak klasemen sementara kejuaraan dunia 2026 (sesuai data referensi). Kemitraan ini akan membentuk formasi "all-Italian" tidak hanya dari segi pabrikan dan pembalap, tetapi juga sebagai duet alumni VR46 Academy, sebuah ikatan yang diharapkan membawa sinergi positif.

Meski demikian, Bagnaia tidak menampik kemungkinan adanya gesekan di antara teman dekat saat berkompetisi. "Terkadang dengan teman baik, Anda bisa mulai berdebat ketika terlalu dekat!" ujarnya sambil tertawa kecil. Namun, ia cepat menambahkan, "Tapi saya pikir itu tidak akan terjadi! Biasanya saya merasa nyaman dengan setiap rekan setim, dan dengan Bez yang sudah memiliki hubungan fantastis, jadi saya pikir itu akan baik."

Sebelum memulai era barunya bersama Aprilia, Bagnaia memiliki target besar untuk menyelesaikan kariernya bersama Ducati dengan gemilang. Ia tiba di Assen dengan modal kemenangan pertamanya musim ini di Sprint Race Brno akhir pekan lalu, diikuti dengan podium Grand Prix keempat berturut-turut pada balapan hari Minggu. Performa konsisten ini menunjukkan fokusnya yang tak tergoyahkan.

Saat ini, Bagnaia menempati posisi ketujuh dalam klasemen kejuaraan dunia. Meskipun demikian, ia berhasil memangkas jarak menjadi 53 poin dari Bezzecchi, setelah pembalap Aprilia itu harus absen dari Grand Prix Brno karena larangan balap. Sisa 13 balapan di musim ini menjadi ajang bagi Bagnaia untuk menunjukkan kemampuannya dan memberikan hasil terbaik bagi tim Ducati yang telah membesarkan namanya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait