Pasokan Minyak Iran Banjiri Pasar Global, Harga Minyak Mentah Dunia Terperosok

Rini Widiyarti

Pasar energi dunia kembali terguncang setelah keran ekspor minyak Iran dibuka kembali secara masif. Kondisi ini memicu penurunan harga minyak mentah global sebesar empat persen.

Pencabutan blokade laut oleh Amerika Serikat menjadi pemicu utama lonjakan pasokan tersebut. Iran kini kembali aktif mengirimkan jutaan barel minyak ke berbagai negara.

Data terbaru mencatat Iran mengekspor sekitar 50 juta barel minyak dalam dua pekan. Aktivitas ini terjadi pasca pelonggaran akses pelabuhan energi nasional mereka.

Lembaga pelacak kapal TankerTrackers.com mengonfirmasi volume pengiriman mencapai 1,66 juta barel per hari. Angka fantastis tersebut tercatat sepanjang Juni 2026.

Sebagian besar pasokan minyak mentah ini mengalir deras menuju pasar Asia. China menjadi pembeli utama dalam gelombang distribusi minyak terbaru ini.

Sebelumnya, aktivitas ekspor sempat terhenti akibat ketegangan hebat di Selat Hormuz. Hal tersebut memicu blokade laut yang ketat oleh angkatan laut AS.

Blokade yang berlangsung sejak April 2026 membuat ekspor Iran sempat menyentuh angka nol. Kondisi itu terjadi pada akhir Mei tahun yang sama.

Selama masa sanksi, jutaan barel minyak tertahan di fasilitas penyimpanan darat. Kini, distribusi berjalan sangat cepat setelah akses laut kembali terbuka.

Pihak TankerTrackers.com menyebut pemulihan ini terjadi hanya dalam waktu enam minggu. Pergerakan kapal tanker kini terpantau jauh lebih lancar dibanding sebelumnya.

Kembalinya minyak Iran ke pasar global memberikan tekanan kuat pada harga komoditas. Pasar merespons peningkatan pasokan dengan aksi jual yang cukup masif.

Situasi di Selat Hormuz memang menjadi faktor krusial bagi stabilitas energi global. Jalur tersebut adalah arteri vital bagi distribusi minyak dunia setiap harinya.

Para analis ekonomi kini memantau ketat stabilitas pasokan dari kawasan Teluk. Fluktuasi harga diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

Kondisi geopolitik yang kembali tenang diharapkan mampu menjaga arus distribusi. Namun, volatilitas harga tetap menjadi tantangan besar bagi para pelaku pasar.

Saat ini, Iran berupaya mengoptimalkan pendapatan negara melalui penjualan minyak tersebut. Kecepatan pengiriman menjadi kunci utama pemulihan ekonomi sektor energi mereka.

Perkembangan situasi di kawasan tersebut terus mendapat sorotan dari komunitas internasional. Stabilitas pasokan energi global kini sangat bergantung pada dinamika di Teluk.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All