Thursday, 20 August 2026
BREAKING
BERITA

Panti Asuhan Baitul Yatim Surabaya Beroperasi Tanpa Izin Sejak 1999, Terkait Kasus Pencabulan

Oleh Emanuel August 20, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Panti Asuhan Baitul Yatim yang berlokasi di Jalan Saritama nomor 17, Kecamatan Tandes, Surabaya, ternyata telah beroperasi tanpa izin resmi sejak didirikan pada tahun 1999. Lembaga ini kini menjadi sorotan publik setelah diduga menjadi lokasi terjadinya kasus pencabulan terhadap seorang gadis tunanetra.

Temuan mengenai tidak adanya izin operasional ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, Anna Fajriatin. Menurut Anna, berdasarkan catatan pihaknya, Panti Asuhan Baitul Yatim tidak pernah mengajukan permohonan izin pendirian maupun operasional. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat keberadaan panti asuhan seharusnya memenuhi standar kelayakan dan pengawasan yang ketat.

Anna Fajriatin menyatakan, “Sejak berdiri tahun 1999, panti asuhan tersebut tidak pernah mengajukan izin ke Dinsos Surabaya.” Ia menambahkan bahwa pengawasan terhadap panti asuhan memang menjadi tanggung jawab Dinsos, namun operasional tanpa izin membuat proses tersebut menjadi lebih sulit. Pihaknya mengaku baru mengetahui adanya panti asuhan tersebut setelah mencuatnya kasus dugaan pencabulan yang menimpa salah seorang penghuninya.

Lebih lanjut, Anna menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan verifikasi dan investigasi lebih mendalam terkait Panti Asuhan Baitul Yatim. “Kami akan segera turun untuk melakukan verifikasi dan investigasi lebih lanjut,” tegasnya.

Kasus dugaan pencabulan ini pertama kali dilaporkan oleh keluarga korban. Pihak keluarga merasa tidak terima dengan perlakuan yang dialami oleh gadis tunanetra tersebut. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian setempat.

Sementara itu, terkait dugaan pencabulan, kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut. Informasi awal menyebutkan bahwa pelaku diduga adalah salah satu pengurus atau orang yang memiliki akses di dalam panti asuhan. Korban yang merupakan gadis tunanetra diperkirakan telah menjadi korban pencabulan dalam kurun waktu yang cukup lama.

Meskipun belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban pasti dan pelaku yang teridentifikasi, pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. Penyelidikan intensif diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya dan memberikan keadilan bagi para korban.

Bagikan: Facebook X WhatsApp