Panitia Penyelenggara (OC) Piala Presiden 2026 akhirnya buka suara menanggapi kritik mengenai jadwal final turnamen yang dinilai terlalu mepet setelah pertandingan semifinal. Keputusan ini memicu perdebatan di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola mengenai kesiapan tim dan potensi kelelahan pemain.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, OC Piala Presiden 2026 menyatakan bahwa penentuan jadwal final telah melalui pertimbangan matang. “Kami memahami adanya sorotan terkait jeda waktu antara semifinal dan final. Namun, kami telah melakukan kajian mendalam sebelum menetapkan tanggal tersebut,” ujar salah satu perwakilan OC yang enggan disebutkan namanya, pada Kamis (23/05/2024).
Menurutnya, pemilihan tanggal final yang berdekatan dengan akhir babak semifinal merupakan bagian dari strategi penyelenggaraan untuk menjaga momentum turnamen. “Tujuannya adalah untuk menjaga antusiasme publik dan para peserta tetap tinggi. Kami ingin menghindari jeda yang terlalu panjang yang bisa mengurangi atmosfer kompetisi,” jelasnya lebih lanjut.
OC juga mengklaim telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk federasi sepak bola dan klub-klub yang berpotensi lolos ke babak final. “Kami telah berkomunikasi dengan PSSI dan tim-tim yang bersaing. Kami memastikan jadwal ini tidak akan menghambat persiapan teknis tim secara signifikan, meskipun kami menyadari adanya tantangan kebugaran,” tambahnya.
Meskipun demikian, OC tetap terbuka terhadap masukan. “Kami akan terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan tim pelatih. Jika memang ada kendala yang sangat mendesak, kami siap untuk mengevaluasi kembali, namun untuk saat ini, jadwal final tetap berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.
