Paris – Gelandang serang Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele, resmi dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or 2025 untuk kategori pemain sepak bola putra terbaik. Pengumuman prestisius ini disampaikan dalam acara gala yang berlangsung di Theatre du Chatelet, Paris, pada Selasa (23/9/2025) dini hari WIB. Kemenangan Dembele mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pesepak bola terhebat saat ini, mengungguli talenta-talenta muda menjanjikan seperti Lamine Yamal dari Barcelona dan Vitinha yang juga bermain untuk PSG.
Penghargaan Ballon d’Or, yang merupakan simbol supremasi individu di dunia sepak bola, kali ini mengapresiasi kontribusi krusial Dembele dalam mengantarkan Paris Saint-Germain meraih gelar Liga Champions musim lalu. Pada usia 28 tahun, pemain berpaspor Prancis ini berhasil menaklukkan persaingan ketat, termasuk dari bintang muda Barcelona dan timnas Spanyol, Lamine Yamal, yang menjadi sorotan musim ini. Kemenangan Dembele ini melanjutkan dominasi Prancis dalam ajang penghargaan individu paling bergengsi ini, menjadikannya pemain Prancis keenam yang berhasil meraih trofi emas tersebut, setelah nama-nama legendaris seperti Raymond Kopa, Michel Platini, Jean-Pierre Papin, Zinedine Zidane, dan Karim Benzema.
Perlu dicatat bahwa edisi Ballon d’Or sebelumnya, yaitu tahun 2024, penghargaan ini berhasil diraih oleh Rodri, gelandang bertahan tangguh dari Manchester City dan tim nasional Spanyol. Keberhasilan Dembele menjadi bukti konsistensi performanya yang luar biasa sepanjang musim lalu. Mantan pemain Borussia Dortmund dan Barcelona ini tampil impresif dengan mengemas total 35 gol dari berbagai kompetisi. Produktivitas golnya berkontribusi besar terhadap pencapaian historis PSG yang berhasil meraih treble winner untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, meliputi gelar Ligue 1, Piala Prancis, dan mahkota Liga Champions.
Ballon d’Or pertama kali digagas oleh jurnalis ternama dari majalah France Football, Gabriel Hanot, pada tahun 1956. Awalnya, penghargaan ini diperuntukkan khusus bagi para pesepak bola Eropa. Namun, seiring perkembangan zaman dan globalisasi sepak bola, pada tahun 1995, aturan kepesertaan diperluas untuk mencakup pemain dari seluruh dunia. Perubahan ini membuka jalan bagi pemain non-Eropa untuk meraih pengakuan tertinggi, yang diawali oleh George Weah dari Liberia sebagai penerima Ballon d’Or pertama dari benua Afrika. Proses penentuan pemenang Ballon d’Or melibatkan pemungutan suara oleh panel jurnalis sepak bola terpilih dari berbagai negara yang memiliki reputasi di dunia olahraga.
Sejak pertama kali diperkenalkan, Ballon d’Or telah menjadi panggung bagi para megabintang sepak bola dunia untuk memamerkan kehebatannya. Deretan nama seperti Stanley Matthews, Alfredo Di Stefano, Johan Cruyff, Franz Beckenbauer, Michel Platini, Marco van Basten, Roberto Baggio, Ronaldo Nazario, Zinedine Zidane, Ronaldinho, Kaka, hingga duo ikonik Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, semuanya pernah merasakan atmosfer kemenangan prestisius ini. Hingga saat ini, Lionel Messi masih memegang rekor sebagai kolektor Ballon d’Or terbanyak dengan delapan trofi, sebuah pencapaian fenomenal yang sulit disaingi.
Perjalanan panjang Ballon d’Or telah mencatat berbagai momen bersejarah dan menampilkan evolusi sepak bola. Dari era keemasan pemain-pemain Eropa di awal penyelenggaraan, hingga hadirnya bintang-bintang dari Amerika Selatan dan Afrika yang turut meramaikan daftar peraih penghargaan. Fenomena Messi dan Cristiano Ronaldo yang mendominasi penghargaan ini selama lebih dari satu dekade menjadi babak tersendiri dalam sejarah Ballon d’Or, menciptakan rivalitas abadi yang memukau para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Pada tahun 2020, seremoni Ballon d’Or terpaksa ditiadakan sebagai dampak dari pandemi COVID-19 yang melanda dunia. Namun, penghargaan ini kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya, melanjutkan tradisi pengakuan bagi talenta sepak bola terbaik. Kehadiran Ousmane Dembele sebagai pemenang Ballon d’Or 2025 menandai babak baru, menunjukkan bahwa generasi baru pemain siap untuk mengambil alih sorotan dari para legenda sebelumnya. Usianya yang masih relatif muda namun dengan pengalaman segudang, serta performanya yang gemilang di level klub maupun internasional, menjadikan Dembele sebagai sosok yang pantas menerima penghargaan ini.
Daftar Pemenang Ballon d’Or dari Masa ke Masa:
1956 – Stanley Matthews (Inggris)
1957 – Alfredo Di Stefano (Spanyol)
1958 – Raymond Kopa (Prancis)
1959 – Alfredo Di Stefano (Spanyol)
1960 – Luis Suarez (Spanyol)
1961 – Omar Sivori (Italia)
1962 – Josef Masopust (Cekoslovakia)
1963 – Lev Yashin (Uni Soviet)
1964 – Denis Law (Skotlandia)
1965 – Eusebio (Portugal)
1966 – Bobby Charlton (Inggris)
1967 – Florian Albert (Hongaria)
1968 – George Best (Irlandia Utara)
1969 – Gianni Rivera (Italia)
1970 – Gerd Mueller (Jerman Barat)
1971 – Johan Cruyff (Belanda)
1972 – Franz Beckenbauer (Jerman Barat)
1973 – Johan Cruyff (Belanda)
1974 – Johan Cruyff (Belanda)
1975 – Oleg Blokhin (Uni Soviet)
1976 – Franz Beckenbauer (Jerman Barat)
1977 – Allan Simonsen (Denmark)
1978 – Kevin Keegan (Inggris)
1979 – Kevin Keegan (Inggris)
1980 – Karl-Heinz Rummenigge (Jerman Barat)
1981 – Karl-Heinz Rummenigge (Jerman Barat)
1982 – Paolo Rossi (Italia)
1983 – Michel Platini (Prancis)
1984 – Michel Platini (Prancis)
1985 – Michel Platini (Prancis)
1986 – Igor Belanov (Uni Soviet)
1987 – Ruud Gullit (Belanda)
1988 – Marco van Basten (Belanda)
1989 – Marco van Basten (Belanda)
1990 – Lothar Matthaus (Jerman)
1991 – Jean-Pierre Papin (Prancis)
1992 – Marco van Basten (Belanda)
1993 – Roberto Baggio (Italia)
1994 – Hristo Stoichkov (Bulgaria)
1995 – George Weah (Liberia)
1996 – Matthias Sammer (Jerman)
1997 – Ronaldo (Brasil)
1998 – Zinedine Zidane (Prancis)
1999 – Rivaldo (Brasil)
2000 – Luis Figo (Portugal)
2001 – Michael Owen (Inggris)
2002 – Ronaldo (Brasil)
2003 – Pavel Nedved (Republik Ceko)
2004 – Andriy Shevchenko (Ukraina)
2005 – Ronaldinho (Brasil)
2006 – Fabio Cannavaro (Italia)
2007 – Kaka (Brasil)
2008 – Cristiano Ronaldo (Portugal)
2009 – Lionel Messi (Argentina)
2010 – Lionel Messi (Argentina)
2011 – Lionel Messi (Argentina)
2012 – Lionel Messi (Argentina)
2013 – Cristiano Ronaldo (Portugal)
2014 – Cristiano Ronaldo (Portugal)
2015 – Lionel Messi (Argentina)
2016 – Cristiano Ronaldo (Portugal)
2017 – Cristiano Ronaldo (Portugal)
2018 – Luka Modric (Kroasia)
2019 – Lionel Messi (Argentina)
2020 – Tidak ada seremoni Ballon d’Or karena pandemi COVID-19
2021 – Lionel Messi (Argentina)
2022 – Karim Benzema (Prancis)
2023 – Lionel Messi (Argentina)
2024 – Rodri (Spanyol)
2025 – Ousmane Dembele (Prancis)
Kemenangan Ousmane Dembele dalam Ballon d’Or 2025 tidak hanya menjadi puncak kariernya, tetapi juga mengukuhkan Paris Saint-Germain sebagai kekuatan dominan di kancah Eropa. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi Dembele dan rekan-rekannya untuk terus meraih kesuksesan di masa depan, sekaligus membuka jalan bagi talenta-talenta baru untuk bersinar di panggung sepak bola dunia.











