OPEC+ Libas Pasar Minyak: Produksi Naik Lagi, Harga Berpotensi Ambles ke Titik Terendah

Rini Widiyarti

JAKARTA – Dinamika pasar energi global kembali diguncang oleh keputusan ambisius OPEC+. Aliansi produsen minyak terbesar dunia ini telah menetapkan target produksi yang lebih tinggi. Langkah ini diambil dengan tujuan membanjiri pasar global dengan pasokan minyak mentah. Keputusan ini mulai berlaku efektif per Agustus 2026.

Langkah agresif OPEC+ ini terjadi di tengah tren penurunan harga minyak mentah dunia. Penurunan harga ini dipicu oleh normalisasi aktivitas perdagangan di Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis ini kini kembali dibuka untuk kapal tanker internasional. Sebelumnya, ketegangan geopolitik sempat menghambat lalu lintas di jalur vital tersebut.

Dalam pertemuan daring yang digelar pada Minggu, 5 Juli 2026, anggota OPEC+ menyepakati penambahan pasokan sebesar 188.000 barel per hari (bpd). Angka ini merupakan kelanjutan dari peningkatan serupa yang telah dilakukan pada bulan Juni dan Juli. Keputusan ini menunjukkan keseriusan OPEC+ dalam mengelola pasokan global.

Tujuh negara inti OPEC+, termasuk Arab Saudi, Kuwait, Irak, dan Rusia, telah secara akumulatif menaikkan kuota produksi mereka. Total peningkatan mencapai hampir 800.000 bpd sejak April lalu. Namun, realisasi komitmen ini sempat terhambat. Konflik militer antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran sempat melumpuhkan Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran krusial. Negara-negara produsen minyak besar seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Irak bergantung pada selat ini. Mereka menggunakannya untuk mendistribusikan minyak mentah ke pasar internasional. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, distribusi minyak mentah dapat berjalan lancar.

Peningkatan produksi ini diprediksi akan memberikan tekanan lebih lanjut pada harga minyak mentah dunia. Investor dan analis pasar energi akan memantau ketat dampaknya terhadap stabilitas harga. Kebijakan OPEC+ ini bisa menjadi penentu arah pergerakan harga minyak dalam beberapa bulan mendatang.

Keputusan OPEC+ ini mencerminkan kemampuan aliansi tersebut dalam merespons perubahan kondisi pasar. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, mereka menunjukkan komitmen untuk menjaga keseimbangan pasokan global. Para pelaku industri minyak perlu bersiap menghadapi potensi volatilitas harga yang lebih tinggi.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All