Manajer Celtic, Martin O’Neill, mengakui bahwa timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan setelah menelan kekalahan dalam pertandingan di Austria. Pernyataan ini disampaikan O’Neill dengan nada reflektif, menyadari bahwa perjalanan menuju kesempurnaan masih terbentang panjang bagi skuadnya.
Dalam sebuah pernyataan yang lugas, O’Neill secara terbuka menerima tanggung jawab atas performa timnya yang dinilai belum memuaskan. Ia menekankan bahwa tidak ada tempat untuk bersembunyi dari kenyataan pahit ini, dan seluruh tim harus introspeksi diri untuk menemukan celah perbaikan. Kekalahan tersebut menjadi cambuk bagi Celtic untuk segera bangkit dan menunjukkan performa yang lebih baik di laga-laga mendatang.
Meskipun tidak merinci secara spesifik mengenai kelemahan yang ada, O’Neill memberikan gambaran umum tentang jurang pemisah antara kondisi tim saat ini dengan standar yang ia inginkan. Ia mengungkapkan bahwa timnya masih “sejuta mil jauhnya” dari target yang ditetapkan. Ungkapan ini menggambarkan betapa besar upaya yang harus dikeluarkan oleh Celtic untuk bisa bersaing di level tertinggi.
Kekalahan di Austria ini menjadi momen krusial bagi Celtic untuk melakukan evaluasi mendalam. O’Neill menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras bersama para pemainnya demi mentransformasi tim menjadi kekuatan yang lebih solid dan konsisten. Ia berharap kekalahan ini justru dapat menjadi motivasi intrinsik bagi setiap individu di dalam skuad untuk berjuang lebih keras dan memberikan yang terbaik.
Lebih lanjut, O’Neill mengindikasikan bahwa perbaikan tidak hanya akan berfokus pada aspek teknis permainan, tetapi juga pada mentalitas dan kedalaman skuad. Ia percaya bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, Celtic dapat mengatasi tantangan yang ada dan bergerak maju menuju performa yang diharapkan oleh para penggemar dan manajemen klub.
