Sunday, 30 August 2026
BREAKING
BERITA

Nomor Ponsel 10 Tahun Aktif Jadi Kunci Akses Pembiayaan Baru

Oleh Emanuel August 30, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Perusahaan pinjaman daring (Pindar) memperkenalkan metode penilaian kelayakan kredit baru yang tidak lagi bergantung pada skor kredit tradisional. Kini, riwayat kepemilikan nomor ponsel yang aktif selama satu dekade dapat menjadi pertimbangan utama bagi calon nasabah yang ingin mengajukan pembiayaan.

Inisiatif ini didorong oleh kebutuhan untuk memberikan akses pembiayaan yang lebih luas kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang mungkin memiliki catatan skor kredit terbatas atau belum pernah memiliki riwayat kredit formal. Dengan menjadikan nomor ponsel aktif sebagai indikator, perusahaan berharap dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas dan memberikan kesempatan finansial yang lebih merata.

Data yang menunjukkan konsistensi penggunaan nomor ponsel dalam jangka waktu panjang dianggap mencerminkan stabilitas dan keandalan seseorang. Hal ini menjadi salah satu faktor yang dinilai oleh Pindar dalam mengevaluasi potensi risiko dari calon nasabah. Semakin lama nomor ponsel tersebut aktif dan terawat, semakin besar kemungkinan calon nasabah dianggap memiliki profil yang baik.

Salah satu perusahaan yang telah mengadopsi pendekatan ini adalah PT Fintek Grup Indonesia. Melalui anak perusahaannya, PT Fintek Group Indonesia menyatakan bahwa nomor telepon yang sudah digunakan selama 10 tahun akan menjadi salah satu data alternatif yang diperhitungkan dalam proses analisis kredit. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Fintek Grup Indonesia, William Tanuwijaya, dalam sebuah acara yang diselenggarakan pada 12 Mei 2024.

William Tanuwijaya menjelaskan, “Nomor HP yang aktif selama 10 tahun itu bisa kita jadikan data alternatif untuk menilai kelayakan calon nasabah.” Pernyataannya ini menggarisbawahi pergeseran paradigma dalam penilaian kredit, di mana data alternatif yang mencerminkan kebiasaan dan konsistensi individu mulai mendapat perhatian signifikan.

Metode penilaian alternatif ini diharapkan dapat membuka pintu pembiayaan bagi individu yang sebelumnya kesulitan mendapatkan persetujuan kredit karena kekurangan data tradisional. Dengan demikian, diharapkan lebih banyak masyarakat yang dapat mengakses produk keuangan yang mereka butuhkan untuk berbagai keperluan, mulai dari modal usaha hingga kebutuhan konsumtif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp