Tuesday, 28 July 2026
BREAKING
BERITA

Niger Tuduh Prancis Rencanakan Serangan Ketiga ke Bandara Niamey

Oleh Emanuel July 28, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Jenderal Abdourahamane Tchiani, pemimpin junta militer Niger, melontarkan tuduhan serius yang mengklaim Prancis tengah merencanakan serangan ketiga terhadap bandara ibu kota Niamey. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang terus memanas antara Niger dan Prancis, pasca dua insiden serangan sebelumnya yang diklaim berasal dari pihak Prancis.

Menurut Jenderal Tchiani, serangan yang direncanakan ini merupakan bagian dari upaya Prancis untuk melancarkan operasi militer baru di negara tersebut. Tuduhan ini menambah daftar panjang gesekan diplomatik dan militer antara Niger yang kini dikuasai junta dengan mantan kekuatan kolonialnya, Prancis.

Pihak junta militer Niger sebelumnya telah menuduh Prancis melancarkan serangan pada 22 September dan 2 Oktober. Laporan dari media Niger, seperti yang dikutip oleh Associated Press, menyebutkan bahwa serangan-serangan tersebut telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan.

Pernyataan Jenderal Tchiani ini disampaikan dalam sebuah acara publik, di mana ia juga menekankan bahwa Niger tidak akan tunduk pada ancaman atau tekanan dari pihak manapun, termasuk Prancis. Ia menegaskan komitmen junta untuk menjaga kedaulatan dan integritas wilayah Niger.

Ketegangan antara Niger dan Prancis semakin memburuk sejak kudeta militer pada Juli lalu yang menggulingkan Presiden Mohamed Bazoum. Prancis, bersama dengan negara-negara Barat lainnya, telah menyerukan pemulihan tatanan konstitusional di Niger. Namun, junta militer menolak desakan tersebut dan justru memperkuat hubungan dengan negara-negara lain yang dianggap lebih bersahabat, termasuk Rusia.

Prancis sendiri telah mengumumkan rencana penarikan pasukannya dari Niger pada akhir tahun 2023. Keputusan ini diambil setelah adanya tuntutan dari junta militer Niger agar pasukan Prancis meninggalkan negara itu. Namun, insiden-insiden yang dilaporkan dan tuduhan serangan baru ini menunjukkan bahwa situasi keamanan di Niger masih sangat kompleks dan bergejolak.

Pihak Prancis belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan terbaru dari Jenderal Tchiani ini. Namun, jika tuduhan tersebut terbukti, hal ini akan semakin memperumit hubungan antara kedua negara dan berpotensi meningkatkan eskalasi konflik di kawasan Sahel yang memang sudah tidak stabil.

Bagikan: Facebook X WhatsApp