Nice Bertahan di Ligue 1: Kemenangan Dramatis 4-1 Atas St-Etienne Selamatkan Status Divisi Teratas

Danu Ilham

Nice memastikan diri tetap berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Prancis, Ligue 1, setelah meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas AS Saint-Étienne pada leg kedua babak playoff degradasi. Pertandingan krusial yang digelar di Stadion Allianz Riviera, Nice, pada Jumat waktu setempat itu menjadi penentu nasib kedua tim, dengan hasil agregat 4-1 untuk keunggulan Nice.

Dalam duel penentuan ini, Nice tampil dominan dengan gol-gol yang dicetak oleh Jonathan Clauss, Kail Boudache, dan dua gol dari Elye Wahi. Sementara itu, Saint-Étienne sempat memberikan perlawanan dengan gol balasan dari Zuriko Davitashvili. Kemenangan ini menjadi penutup musim yang menegangkan bagi Nice, sekaligus mengubur harapan Saint-Étienne untuk kembali ke Ligue 1.

Perjalanan kedua tim menuju laga playoff ini sendiri sarat drama. Pada leg pertama yang digelar di kandang Saint-Étienne, Stadion Geoffroy-Guichard, kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang tanpa gol. Hasil tersebut membuat leg kedua di markas Nice menjadi sangat menentukan, di mana tim tuan rumah hanya membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisi mereka.

Sejak awal pertandingan leg kedua, Saint-Étienne menunjukkan ambisi untuk segera memecah kebuntuan. Inisiatif serangan sempat mereka ambil, bahkan sempat mencetak gol melalui Irvin Cardona. Namun, gol tersebut dianulir oleh wasit setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR) yang menunjukkan posisi offside. Keputusan ini tentu menjadi pukulan bagi tim tamu yang berharap bisa segera unggul.

Setelah insiden tersebut, giliran Nice yang mulai membangun serangan balik. Elye Wahi sempat menciptakan ancaman serius melalui tendangannya yang sayangnya masih membentur tiang gawang Saint-Étienne. Peluang Nice lainnya datang dari Dante, namun sundulannya masih dapat dimentahkan oleh kiper Saint-Étienne, Gautier Larsonneur. Babak pertama pun berakhir tanpa ada gol yang tercipta, meninggalkan ketegangan tinggi untuk paruh kedua.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Saint-Étienne kembali mencoba peruntungan mereka dengan tendangan rebound dari Lucas Stassin. Sayangnya, bola kembali menemui mistar gawang Nice, menambah daftar peluang yang belum berbuah gol bagi tim tamu.

Akhirnya, kebuntuan pecah pada menit ke-62. Jonathan Clauss berhasil memanfaatkan bola rebound dan melesakkan tendangan yang tak mampu diantisipasi kiper lawan, membawa Nice unggul 1-0. Gol ini menjadi pelecut semangat bagi tim tuan rumah dan memberikan tekanan lebih besar kepada Saint-Étienne.

Namun, Saint-Étienne tidak tinggal diam. Mereka berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-79 melalui eksekusi penalti yang berhasil disarangkan oleh Zuriko Davitashvili. Skor kembali imbang 1-1, membuat stadion bergemuruh dan harapan Saint-Étienne untuk membalikkan keadaan kembali terbuka.

Respon cepat dari Nice tidak membutuhkan waktu lama. Hanya dua menit berselang, tepatnya di menit ke-81, Kail Boudache berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Ia memanfaatkan kemelut di depan gawang Saint-Étienne dan menyambar bola liar untuk kembali membawa Nice unggul 2-1.

Momentum kemenangan Nice semakin tak terbendung. Pada menit ke-87, Elye Wahi berhasil menggandakan keunggulan timnya menjadi 3-1 setelah tendangannya sukses merobek jala gawang Saint-Étienne. Gol ini semakin memantapkan posisi Nice dan membuat tugas Saint-Étienne semakin berat.

Pesta gol Nice ditutup oleh Elye Wahi sendiri yang mencetak gol keduanya di masa injury time, tepatnya menit ke-90+2. Memanfaatkan umpan matang dari Sofiane Diop, Wahi dengan tenang menceploskan bola untuk mengubah skor menjadi 4-1. Gol ini sekaligus memastikan kemenangan telak Nice di leg kedua.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Nice terus menunjukkan dominasi mereka. Skor akhir 4-1 bertahan, yang berarti kemenangan agregat 4-1 untuk Nice atas Saint-Étienne. Hasil ini secara resmi mengukuhkan status Nice di Ligue 1 untuk musim mendatang, sementara Saint-Étienne harus menunda ambisi mereka untuk kembali ke kompetisi sepak bola tertinggi Prancis.

Laga playoff degradasi Ligue 1 memang selalu menyajikan drama dan tensi tinggi. Bagi Nice, ini adalah penyelamatan musim yang penuh perjuangan. Keberhasilan mereka bertahan di kasta teratas menjadi bukti ketahanan mental dan kemampuan tim dalam menghadapi situasi krusial. Sementara itu, bagi Saint-Étienne, kekalahan ini menjadi evaluasi penting untuk mempersiapkan diri menghadapi musim selanjutnya di Ligue 2, dengan harapan bisa kembali promosi di masa mendatang. Perjalanan panjang dan melelahkan di Ligue 1 musim ini telah berakhir bagi kedua tim, dengan Nice keluar sebagai pemenang yang berhak atas satu tiket lagi di kompetisi elit Prancis.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All