Nathan Tjoe-A-On Bawa Willem II Kembali ke Eredivisie Setelah Drama Adu Penalti Dramatis

Danu Ilham

Jakarta – Pemain tim nasional Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, menjadi sorotan utama saat timnya, Willem II Tilburg, berhasil mengamankan tiket promosi ke Eredivisie Belanda musim 2026/2027. Kemenangan dramatis diraih melalui adu penalti melawan FC Volendam dengan skor 5-4 pada leg kedua babak playoff promosi yang digelar Sabtu, 23 Mei.

Pertandingan yang berlangsung sengit di kandang FC Volendam ini harus dilanjutkan ke babak adu penalti setelah agregat kedua tim imbang 3-3. Pada leg pertama yang dimainkan di kandang sendiri, Willem II sempat tertinggal dengan skor 1-2. Namun, pada leg kedua, skuad asuhan Peter Maes berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan 2-1 di waktu normal, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan. Nathan Tjoe-A-On sendiri dipercaya tampil sejak menit awal pertandingan, mengisi lini belakang tim tamu, dan menunjukkan performa solidnya.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Willem II langsung menunjukkan ambisinya untuk bangkit. Serangan agresif mereka membuahkan hasil pada menit ketujuh. Mounir El Allouchi mengirimkan umpan silang matang dari sisi kanan, yang berhasil disambar dengan sempurna oleh Siegert Baartmans untuk membawa tim tamu unggul 1-0. Momentum positif terus terjaga, dan pada menit ke-17, keunggulan Willem II bertambah. Finn Stam mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan keras dari tepi kotak penalti yang tak mampu diantisipasi oleh kiper Volendam.

Dua gol cepat tersebut membuat Willem II berbalik unggul secara agregat. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. FC Volendam berhasil memperkecil ketertinggalan sebelum babak pertama usai. Pada menit ke-36, Yannick Leliendal sukses membobol gawang Willem II melalui tendangan mendatar yang mengarah ke pojok bawah gawang. Skor 2-1 untuk keunggulan Willem II bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, kedua tim saling jual beli serangan dan berusaha menambah gol untuk mengamankan keunggulan. Sayangnya, berbagai peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol. Skor 2-1 untuk keunggulan Willem II di leg kedua bertahan hingga peluit akhir dibunyikan, sehingga agregat imbang 3-3 dan memaksa pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu 2×15 menit.

Intensitas pertandingan tetap tinggi di babak perpanjangan waktu. Meski kedua tim sama-sama berusaha keras menciptakan gol, penyelesaian akhir yang kurang klinis menjadi kendala. Pada menit ke-106, Nathan Tjoe-A-On mengakhiri penampilannya di lapangan setelah ditarik keluar dan digantikan oleh Mika de Jonge. Tanpa adanya gol tambahan di babak perpanjangan waktu, pemenang harus ditentukan melalui adu tendangan penalti.

Drama adu penalti berlangsung menegangkan. Para pemain Willem II menunjukkan ketenangan luar biasa dalam mengeksekusi tendangan. Puncak ketegangan terjadi ketika kiper Willem II, Thomas Didillon, berhasil menggagalkan eksekusi penalti dari pemain Volendam, Nordin Bukala. Keberhasilan ini memastikan kemenangan Willem II dengan skor 5-4 dalam adu penalti, sekaligus mengunci satu tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Belanda.

Keberhasilan ini menandai kembalinya Willem II ke Eredivisie setelah terakhir kali berkompetisi di musim 2024/2025. Ini merupakan pencapaian bersejarah bagi klub dan menjadi momen penting bagi Nathan Tjoe-A-On, yang telah menjadi bagian integral dari tim selama musim ini. Promosi ini sekaligus menambah daftar pemain Indonesia yang merumput di liga top Eropa.

Eredivisie sendiri dikenal sebagai salah satu liga yang kompetitif di Eropa, seringkali menjadi batu loncatan bagi para pemain muda untuk berkembang. Kehadiran Willem II, yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Belanda, diharapkan dapat menambah warna persaingan di musim mendatang. Para penggemar Willem II diprediksi akan menyambut kembalinya tim kesayangan mereka ke Eredivisie dengan antusiasme tinggi, berharap dapat melihat performa terbaik dari skuad mereka.

Perjalanan Willem II menuju promosi ini menunjukkan ketahanan dan semangat juang yang tinggi. Setelah sempat tertinggal di leg pertama, mereka mampu bangkit dan menunjukkan determinasi luar biasa di leg kedua, baik dalam waktu normal maupun adu penalti. Keberhasilan ini menjadi bukti kerja keras seluruh elemen tim, mulai dari pemain, staf pelatih, hingga manajemen klub. Dengan kembali berlaga di Eredivisie, Willem II memiliki kesempatan untuk mengukir sejarah baru dan membuktikan diri mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Belanda.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All