Friday, 31 July 2026
BREAKING
BERITA

Milisi Pro-Iran Diduga Dalangi Serangan Houthi ke Arab Saudi dari Irak

Oleh Emanuel July 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Serangan terbaru terhadap Arab Saudi diduga kuat dilancarkan oleh kelompok Houthi dengan dukungan dari milisi pro-Iran yang beroperasi dari Irak. Peristiwa ini kembali memicu kekhawatiran akan eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah, di mana poros perlawanan yang didukung Iran semakin menunjukkan pengaruhnya.

Sumber intelijen mengindikasikan bahwa pergerakan dan logistik untuk serangan yang menargetkan infrastruktur vital di Arab Saudi tersebut, yang terjadi pada 2024, terkoordinasi dengan baik. Analisis menunjukkan pola serangan ini tidak lepas dari keterlibatan aktor-aktor yang memiliki hubungan erat dengan Iran, yang secara historis menjadi pendukung utama gerakan Houthi di Yaman.

Dugaan ini diperkuat oleh laporan yang menyebutkan adanya latihan dan persiapan yang dilakukan oleh milisi pro-Iran di wilayah Irak, yang kemudian digunakan sebagai basis peluncuran. “Kami melihat adanya peningkatan aktivitas yang mencurigakan di beberapa area di Irak yang berbatasan dengan wilayah operasi Houthi,” ujar seorang pejabat keamanan yang enggan disebutkan namanya, merujuk pada indikasi pergerakan senjata dan personel.

Serangan ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah upaya rekonsiliasi yang sedang coba dibangun antara Arab Saudi dan Iran. Jika keterlibatan milisi pro-Iran terkonfirmasi, hal ini dapat menggagalkan negosiasi yang telah berlangsung selama beberapa waktu terakhir. “Setiap tindakan provokatif yang berasal dari wilayah pihak ketiga akan sangat merusak proses de-eskalasi yang sedang kita upayakan,” kata seorang diplomat senior yang terlibat dalam dialog regional.

Pemerintah Irak sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai dugaan penggunaan wilayahnya sebagai basis serangan. Namun, isu ini menambah kompleksitas situasi keamanan di Irak, yang masih berjuang untuk memulihkan stabilitas pasca-konflik berkepanjangan. Keterlibatan aktor non-negara yang didukung kekuatan asing di wilayahnya terus menjadi tantangan besar bagi kedaulatan Irak.

Para analis memperingatkan bahwa jika poros perlawanan terus menggunakan taktik serupa, kawasan Timur Tengah berisiko terjerumus kembali ke dalam konflik yang lebih luas. Arab Saudi, yang selama ini menjadi target utama serangan Houthi, diperkirakan akan merespons dengan tegas terhadap setiap ancaman yang datang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Bagikan: Facebook X WhatsApp