Menteri PUPR Inspeksi Dadakan Proyek Jalan Serang Malam Hari, Ada Apa?

Emanuel

Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, Dody Hanggodo, melakukan inspeksi mendadak proyek pelebaran Jalan Serang-Bojonegara pada Senin malam, 6 Juli 2026. Peninjauan ini berfokus pada ruas jalan yang melintasi Kawasan Industri Wilmar di Serang, Banten.

Dalam kunjungan tak terduga sekitar pukul 18:37 WIB itu, Dody Hanggodo didampingi langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni, dan Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas. Kehadiran pejabat tinggi ini menunjukkan urgensi dari proyek tersebut.

Proyek pelebaran jalan ini mencakup panjang total 31,42 kilometer. Penanganan aktif dilakukan pada bentangan 18,93 kilometer. Jalan raya ini merupakan jalur vital bagi lalu lintas kendaraan berat. Tujuannya menghubungkan Kawasan Industri Bojonegara, area tambang atau quarry, serta Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ).

Fokus utama pekerjaan adalah memperluas jalan dari dua lajur menjadi empat lajur. Pelebaran ini terbentang sepanjang 10 kilometer, dimulai dari Simpang Seruni dan melewati Pelabuhan BBJ. Penting dicatat, tidak ada pekerjaan yang dilakukan pada badan jalan yang sudah ada.

Tujuan utama proyek pelebaran ini adalah mengatasi kemacetan kronis. Selain itu, peningkatan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Sebelum adanya pelebaran, kondisi jalan dinilai kurang memadai. Keterbatasan ini menghambat aktivitas masyarakat dan sektor industri di sekitarnya.

"Kami berdiskusi dengan Bapak Wakil Bupati dan Bapak Gubernur. Harapan kami adalah jalan ini menjadi empat lajur, bukan hanya dua lajur. Ini tentu sangat baik," ujar Dody Hanggodo di Cilegon, Senin (6/7/2026).

Namun, Dody mengakui adanya tantangan. Kondisi di lapangan sudah banyak bangunan. "Nanti akan dibantu oleh Pak Wabup dan Pak Gubernur terkait penyiapan lahan," tambahnya. Detail engineering design untuk pelebaran menjadi empat lajur telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Banten. Proses selanjutnya, pembebasan lahan, akan dilaksanakan oleh Pemprov dan Pemda setempat.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa mewujudkan pelebaran jalan ini. Tujuannya agar masyarakat pengguna jalan lama tidak terganggu oleh aktivitas industri," jelasnya.

Dody menegaskan, kepentingan masyarakat lokal tetap menjadi prioritas. Selama proyek berlangsung, masyarakat tetap dapat menggunakan jalan eksisting untuk mobilitas sehari-hari dengan aman. Hal serupa berlaku bagi pelaku usaha di kawasan industri sekitar Cilegon. Dody memastikan proyek ini tidak akan mengganggu operasional mereka.

"Di sana ada pelabuhan dan area tambang batu. Industri dan bisnis harus tetap bergerak. Ini penting untuk kemajuan roda perekonomian Banten," kata Dody.

Pemerintah Pusat akan menyusun skema pendanaan untuk proyek pelebaran jalan ini. Diharapkan, pelebaran jalan ini dapat memisahkan arus lalu lintas kendaraan umum dan kendaraan industri.

Proyek ini diharapkan menciptakan akses yang lebih aman menuju fasilitas publik seperti sekolah dan rumah sakit. Selain itu, kelancaran distribusi logistik ke kawasan industri, pelabuhan, dan pertambangan akan meningkat. Hal ini diprediksi akan mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten secara signifikan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All