Dunia digital terus melahirkan fenomena baru, tak terkecuali bahasa gaul atau slang. Generasi muda, khususnya Gen Z dan Alpha, kerap menciptakan istilah-istilah unik yang terkadang membuat generasi sebelumnya geleng-geleng kepala. Salah satu istilah yang belakangan ini viral dan membingungkan banyak orang dewasa adalah "TLPUR".
Apa sebenarnya arti TLPUR? Fenomena ini muncul dalam serial "The Out-of-Touch Adults’ Guide to Kid Culture" yang ditulis oleh Stephen Johnson. TLPUR menjadi topik hangat di kalangan anak muda, terutama di platform media sosial seperti TikTok. Munculnya TLPUR bukan tanpa sebab, ia lahir dari kebiasaan generasi muda yang senang menciptakan kode atau singkatan baru.
Awalnya, TLPUR muncul di kolom komentar berbagai platform digital. Maknanya pun beragam, tergantung siapa yang ditanya. Ada yang mengartikannya sebagai "True Love Pills Until Rope", "The Lookspill Proves Us Right", hingga "Too Late for Puberty". Namun, menurut Johnson, TLPUR sebenarnya tidak memiliki arti yang pasti. Konsep utamanya adalah agar orang yang ditanya mengarang sendiri artinya. Ini menjadi semacam penanda kelompok eksklusif, atau yang mereka sebut "IYKYK" (If You Know, You Know).
Lebih dalam lagi, fenomena TLPUR juga menyertakan video-video repetitif dengan iringan musik yang cenderung hipnotis. Video ini seringkali menampilkan definisi yang lebih abstrak, seperti "TLPUR adalah ketika Belle Delphine hand sticker" atau "TLPUR adalah 808". Bagi yang ingin mendalami lebih jauh, situs KnowYourMeme telah menyediakan analisis mendalam mengenai slang TLPUR ini.
Selain TLPUR, artikel tersebut juga membahas tren lain yang tak kalah unik. "D1 crashout" merujuk pada luapan emosi yang sangat intens, meminjam istilah olahraga perguruan tinggi untuk menggambarkan luapan emosi yang luar biasa. Tren "Top 5 Horror Movies" juga tak luput dari perhatian. Berbeda dari pandangan orang dewasa yang mengaitkannya dengan film horor klasik, generasi muda menggunakannya untuk menggambarkan kecemasan sehari-hari dan ketidaknyamanan kecil.
Mereka mengaitkan hal-hal seperti "tidak tahu makan apa" atau "harus membuat keputusan" dengan kengerian terbesar, diiringi melodi sendu dari lagu Katy Perry "The One That Got Away". Ini menunjukkan perspektif generasi muda terhadap hal-hal yang mungkin dianggap sepele oleh orang dewasa.
Istilah "hiplet" juga muncul sebagai penjelasan mengapa banyak video dalam tren "Top 5 Horror Movies" menyebutkan "pria" sebanyak lima kali. "Hiplet" adalah istilah gaul untuk wanita yang memiliki lekukan di pinggul. Istilah ini berasal dari sudut pandang negatif di internet, yang menganggap wanita dengan ciri fisik tersebut kurang menarik untuk dijadikan pasangan. Namun, tren ini banyak ditanggapi dengan sarkasme oleh wanita muda.
Terakhir, ada fenomena "tanmaxxing", yaitu praktik berjemur di bawah sinar matahari tanpa tabir surya atau menggunakan minyak tanning untuk menggelapkan kulit secepat mungkin. Meski bertentangan dengan peringatan dermatologis, tren ini tetap populer di kalangan remaja. Fenomena ini menggarisbawahi bagaimana generasi muda terkadang mengabaikan kesehatan demi mengikuti tren yang ada.
Di sisi lain, lagu berbahasa Jerman berjudul "Du Bist Gut Genug" yang berarti "Kamu Cukup Baik" dari duo Blumengarten mendadak viral. Lagu ini menjadi inspirasi video remix dan meme reaksi, menunjukkan bagaimana musik dan pesan positif dapat menyebar dengan cepat di kalangan anak muda.











