Assen, Belanda – Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing, kembali dihadapkan pada sebuah teka-teki besar terkait performanya di balapan Sprint MotoGP musim 2026. Meskipun tampil dominan di sepanjang sesi latihan bebas, ia harus puas finis di posisi keempat pada Sprint MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, sebuah hasil yang jauh dari harapannya dan menunjukkan pola kesulitan yang terus berulang di balapan-balapan pendek.
Pembalap Italia ini menunjukkan kecepatan luar biasa sejak awal akhir pekan, menjadi yang tercepat di ketiga sesi latihan bebas pada Jumat dan Sabtu pagi di Assen. Konsistensinya mengisyaratkan potensi besar untuk meraih pole position dan kemenangan, namun ia harus mengakui keunggulan Jorge Martin dalam sesi kualifikasi, meski tetap mengamankan posisi start baris depan di urutan ketiga.
Namun, di balapan Sprint yang berlangsung intens, segalanya berubah drastis bagi Bezzecchi. Ia langsung kehilangan beberapa posisi di awal lomba, melorot ke urutan kelima setelah menunjukkan kelemahan saat pengereman di tikungan pertama dan melebar di tikungan kesembilan. Kondisi ini membuat frustrasi mengingat kecepatan impresif yang ia tunjukkan sebelumnya.
Bezzecchi mengakui bahwa tiga lap pertama balapan Sprint sangat krusial dan menjadi titik lemahnya. "Saya sedikit lebih kesulitan di beberapa lap pertama, itu benar," ujar Marco Bezzecchi setelah balapan Sprint di Assen. "Saya kesulitan setelah start dan disalip oleh semua pembalap di depan saya."
Ia menambahkan, "Saya disalip oleh Raul [Fernandez] yang sebenarnya start di belakang saya dan juga dari Diggia [Fabio Di Giannantonio] yang juga start di belakang saya. Jadi, saya kehilangan beberapa posisi dan tidak merasa terlalu baik di tiga lap pertama." Baginya, performa awal yang kuat di balapan pendek ini adalah sebuah keharusan.
Meskipun kemudian berhasil bangkit dan memperbaiki posisinya hingga finis keempat, Bezzecchi merasa sudah terlambat. "Setelah itu, saya mulai merasa lebih baik dan kecepatan saya sedikit meningkat, tetapi sudah agak terlambat dan saya hanya mampu finis di posisi keempat," jelasnya. Margin dua detik dari pemenang balapan merupakan sesuatu yang tidak biasa mengingat dominasinya di sesi latihan.
Situasi ini semakin membingungkan karena ia merasa sangat nyaman dengan pilihan ban medium dan soft di sesi latihan. "Memang benar, saya merasa sangat baik di sesi latihan dengan ban medium dan juga soft, tetapi di Sprint, di beberapa lap pertama, saya merasa sedikit lebih buruk. Jadi, kami harus memahami ini," tutur Bezzecchi, menunjukkan kebingungannya. Ia juga mengindikasikan adanya masalah stabilitas motor di awal balapan, merasakan "sedikit lebih banyak pergerakan dibandingkan biasanya."
Anomali ini bukan kali pertama terjadi pada Marco Bezzecchi di musim MotoGP 2026. Pola kesulitan di balapan Sprint seolah menjadi bayang-bayang yang menghambatnya untuk mengonversi kecepatan luar biasa di latihan menjadi hasil optimal di hari Sabtu. Balapan Sprint, yang diperkenalkan pada musim 2023, memang menuntut pendekatan yang berbeda, mengutamakan ledakan kecepatan dan manajemen ban yang agresif sejak lap pertama.
Menariknya, di sisi lain garasi Aprilia Racing, rekan setimnya, Jorge Martin, yang merupakan salah satu rival utamanya dalam perebutan gelar juara, finis satu posisi di belakang Bezzecchi. Sementara itu, tim satelit Aprilia, Trackhouse Aprilia, justru menunjukkan performa fantastis dengan Raul Fernandez dan Ai Ogura meraih posisi 1-2.
Bezzecchi mengakui bahwa Raul Fernandez mampu memanfaatkan ban dengan sangat baik di awal balapan. "Memang benar Raul [Fernandez], terutama di awal, adalah orang yang menggunakan ban dengan cara terbaik. Dia menenangkan diri di lap pertama tetapi kemudian langsung melewati Jorge [Martin] dan ritme yang dia miliki di awal sangat bagus," ujarnya.
Ia juga membandingkan balapannya dengan Ai Ogura, yang memulai sedikit lebih lambat dari Fernandez namun tetap lebih cepat darinya, dan kemudian menjadi sangat cepat di paruh kedua balapan. "Saya melakukan hal yang mirip dengan Ai, tetapi sedikit terlalu terlambat, mungkin satu atau dua lap terlalu terlambat," pungkas Bezzecchi.
Perjuangan Marco Bezzecchi di balapan Sprint ini berpotensi memiliki dampak signifikan terhadap perjalanannya dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026. Dengan poin yang cukup besar ditawarkan di balapan Sprint, ketidakmampuannya untuk tampil konsisten di format ini bisa menjadi kerugian besar. Oleh karena itu, bagi Bezzecchi dan tim Aprilia Racing, memahami akar permasalahan di awal balapan Sprint menjadi prioritas utama demi memuluskan jalannya di sisa musim kompetisi.











