Di tengah lanskap pegunungan Toraja Utara yang memukau, Elce Putri Bontong, seorang Mantri Bank Rakyat Indonesia (BRI), menjadi garda terdepan dalam menghadirkan akses perbankan hingga ke pelosok desa. Ia tak hanya menyalurkan produk dan layanan keuangan, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya literasi perbankan, membuktikan ketangguhan perempuan dalam menggerakkan roda ekonomi di daerah terpencil.
Kisah Elce bermula dari dedikasinya untuk melayani nasabah BRI Unit Rantepao. Wilayah kerjanya mencakup daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau, namun hal ini tidak menyurutkan semangatnya. Dengan senyum dan ketulusan, ia rutin menyambangi nasabah di berbagai pelosok, termasuk di wilayah yang membutuhkan waktu tempuh berjam-jam.
Perjalanannya seringkali tidak mudah. Ia kerap melewati medan yang menantang, bahkan harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki untuk mencapai beberapa lokasi. Namun, melihat antusiasme dan kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan menjadi motivasi terbesarnya. “Saya melihat langsung bagaimana masyarakat di sini sangat membutuhkan akses perbankan. Mereka harus menempuh jarak yang jauh untuk sekadar menabung atau menarik uang. Ini yang membuat saya tergerak untuk terus hadir melayani mereka,” ujar Elce.
Lebih dari sekadar penyalur produk perbankan, Elce juga berperan sebagai agen edukasi. Ia tak segan memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama para ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro, tentang pentingnya menabung, memanfaatkan produk investasi, hingga cara mengelola keuangan dengan baik. Pendekatannya yang personal dan mudah dipahami membuat masyarakat merasa nyaman untuk bertanya dan belajar.
Salah satu terobosan yang dilakukan Elce adalah mengoptimalisasi penggunaan aplikasi BRImo. Ia secara aktif memperkenalkan dan mendampingi nasabah, terutama yang belum terbiasa dengan teknologi, untuk menggunakan aplikasi tersebut. “Dengan BRImo, mereka bisa melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja tanpa harus datang ke kantor cabang. Ini sangat membantu efisiensi waktu dan biaya mereka,” jelasnya. Ia menambahkan, “Kami juga terus sosialisasi program-program pemerintah yang disalurkan melalui BRI, seperti KUR dan BRI Fellowship, agar masyarakat bisa memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha mereka.”
Dedikasi Elce Putri Bontong bukan hanya tentang angka dan transaksi, melainkan tentang pemberdayaan. Melalui kehadirannya yang konsisten dan pendekatan yang humanis, ia telah berhasil membangun kepercayaan masyarakat dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi keuangan. Ia menjadi bukti nyata bahwa perempuan, dengan ketangguhan dan kepeduliannya, mampu menjadi agen perubahan yang signifikan dalam memajukan kesejahteraan ekonomi di daerah terpencil seperti Toraja Utara.
