Manchester City dilaporkan memimpin penolakan terhadap proposal senilai 1,5 miliar poundsterling (sekitar Rp 29 triliun) dari Premier League untuk English Football League (EFL). Rencana penyelesaian finansial bersejarah ini akan dibahas dalam pertemuan 20 klub Premier League pada Kamis mendatang.
Klub-klub Premier League dijadwalkan bertemu pada hari Kamis untuk membahas proposal yang berpotensi mengubah lanskap keuangan sepak bola Inggris. Premier League berupaya agar proposal yang rencananya dicicil selama 10 tahun ini bisa segera divoting sebelum musim baru bergulir. Namun, Manchester City kabarnya telah mengajukan proposal tandingan karena kekhawatiran mengenai sumber pendanaan paket tersebut.
Detail proposal Premier League yang diajukan kepada EFL mencakup pendanaan untuk klub-klub di Championship, League One, dan League Two. Dana ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah keuangan yang dihadapi klub-klub di divisi bawah, yang seringkali kesulitan bersaing secara finansial dengan klub-klub papan atas.
Meskipun demikian, Manchester City menyatakan keberatan atas mekanisme pendanaan yang ditawarkan. Klub yang berbasis di Etihad Stadium tersebut dikabarkan tidak yakin dengan keberlanjutan dan sumber dana yang akan dialokasikan untuk paket bantuan finansial ini. Kekhawatiran ini mendorong City untuk merumuskan alternatif solusi yang dianggap lebih realistis dan menguntungkan semua pihak dalam jangka panjang.
Pertemuan pada hari Kamis ini menjadi krusial untuk menentukan nasib proposal tersebut. Keputusan akhir diharapkan dapat dicapai untuk memberikan kepastian finansial bagi klub-klub EFL menjelang dimulainya musim kompetisi baru.
