LPDP Pangkas Syarat Bahasa Inggris, Buka Akses Lebih Luas Beasiswa Afirmasi dan Umum 2026

Darus H

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi mengumumkan penyesuaian signifikan pada persyaratan kemampuan Bahasa Inggris untuk seleksi beasiswa tahap kedua tahun 2026. Kebijakan baru ini, yang diyakini akan mempermudah akses pendidikan tinggi, terutama bagi pendaftar dari jalur afirmasi dengan tujuan studi ke luar negeri, mulai berlaku untuk pendaftaran yang dibuka pada 30 Juni hingga 31 Juli 2026. Perubahan ini diharapkan dapat menjaring lebih banyak talenta terbaik bangsa.

Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, menjelaskan bahwa pendaftar afirmasi yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri kini memiliki opsi untuk melampirkan sertifikat kemampuan Bahasa Inggris dengan skor minimal 500. Sertifikat ini dapat diterbitkan oleh pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri yang telah terakreditasi oleh LPDP. Dengan demikian, calon penerima beasiswa tidak lagi diwajibkan untuk menyertakan sertifikat TOEFL, PTE, IELTS, atau Duolingo yang selama ini menjadi standar.

"Ada 35 perguruan tinggi yang bisa mencetak sertifikat itu," ungkap Dwi Larso saat konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Senin, 29 Juni 2026. Kebijakan ini merupakan respons LPDP terhadap tantangan yang dihadapi pendaftar pada seleksi tahap pertama 2026, di mana dari 78 ribu pendaftar, hanya sekitar 2.700 yang berhasil diterima. Angka ini menunjukkan adanya hambatan signifikan dalam proses seleksi sebelumnya.

Dwi Larso menegaskan bahwa LPDP tidak ingin banyak calon pendaftar yang harus mengeluarkan biaya besar untuk tes Bahasa Inggris internasional, namun pada akhirnya tidak lolos seleksi beasiswa. Oleh karena itu, langkah ini diambil untuk mengurangi beban finansial dan memberikan kemudahan akses bagi pendaftar yang memiliki potensi akademik. LPDP telah memastikan 35 perguruan tinggi yang ditunjuk memiliki kapasitas dan kredibilitas untuk mengeluarkan sertifikat Bahasa Inggris yang valid dan akurat.

Selain opsi sertifikat dari perguruan tinggi dalam negeri, LPDP juga memberikan keringanan bagi pendaftar yang telah memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional. Jika calon pendaftar sudah mengantongi LoA Unconditional dari program studi dan perguruan tinggi tujuan yang sesuai dengan ketentuan LPDP, mereka tidak diwajibkan untuk melampirkan sertifikat kemampuan Bahasa Inggris, baik untuk jalur afirmasi maupun non-afirmasi. Ini menjadi poin penting yang sangat membantu pendaftar yang sudah memiliki kepastian studi.

Secara rinci, penyesuaian ketentuan beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 ini mencakup beberapa kriteria. Untuk pendaftar kategori afirmasi, jika tujuan studinya adalah perguruan tinggi dalam negeri, persyaratan sertifikat kemampuan Bahasa Inggris tetap tidak diberlakukan. Namun, bagi pendaftar afirmasi dengan tujuan luar negeri, ada dua skema: pertama, bagi yang sudah memiliki LoA Unconditional tidak wajib sertifikat bahasa, dan kedua, bagi yang belum memiliki LoA Unconditional, penambahan opsi sertifikat Bahasa Inggris dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri menjadi solusi.

LPDP juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok afirmasi Putra-Putri Papua. Bagi pendaftar dari kelompok ini, LPDP tetap tidak mempersyaratkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal serta kemampuan Bahasa Inggris, baik untuk tujuan studi dalam negeri maupun luar negeri. Kebijakan ini menunjukkan komitmen LPDP dalam mendukung pemerataan akses pendidikan bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa, termasuk dari daerah-daerah khusus.

Tidak hanya bagi jalur afirmasi, penyesuaian persyaratan Bahasa Inggris juga berlaku untuk pendaftar kriteria non-afirmasi, yang meliputi pendaftar umum, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, dan POLRI. Bagi pendaftar non-afirmasi yang sudah memiliki LoA Unconditional, mereka juga dibebaskan dari kewajiban sertifikat bahasa. Sementara itu, bagi pendaftar non-afirmasi yang belum memiliki LoA Unconditional, LPDP memberikan opsi tambahan.

Untuk tujuan studi dalam negeri, mereka dapat melampirkan sertifikat Bahasa Inggris dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri atau hasil tes TOEP (Test of English Proficiency). Sedangkan untuk tujuan studi luar negeri, LPDP kini menerima sertifikat Duolingo sebagai salah satu opsi kemampuan Bahasa Inggris. Fleksibilitas ini diharapkan dapat mengakomodasi lebih banyak calon mahasiswa yang memenuhi kualifikasi akademik namun terkendala biaya atau akses tes Bahasa Inggris internasional.

Selain itu, perubahan juga menyasar pendaftar beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional jalur Doctor by Research. Jika pendaftar ini telah memiliki LoA Unconditional, sertifikat bahasa tidak wajib. Namun, bagi yang belum memiliki LoA Unconditional, LPDP menambahkan opsi sertifikat Bahasa Inggris dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri dan menurunkan skor minimal Bahasa Inggris dibandingkan dengan persyaratan pada tahap pertama. Langkah ini bertujuan untuk mendorong lebih banyak peneliti dan inovator berprestasi untuk melanjutkan studi doktoral.

Meski demikian, Dwi Larso mengingatkan bahwa dua persyaratan baru ini, yakni opsi sertifikat dari perguruan tinggi dalam negeri atau pembebasan bagi pemilik LoA Unconditional, tidak berlaku untuk beberapa jenis beasiswa. Pengecualian tersebut meliputi Beasiswa Dokter Spesialis/Subspesialis, Beasiswa Kerjasama Khusus, Beasiswa Kemitraan, serta Beasiswa Kerjasama Kementerian/Lembaga. Kategori beasiswa ini memiliki skema dan persyaratan tersendiri yang mungkin berbeda.

Secara keseluruhan, penyesuaian persyaratan Bahasa Inggris ini menunjukkan upaya LPDP untuk lebih adaptif dan inklusif dalam proses seleksi beasiswa. Dengan mempermudah akses dan mengurangi beban finansial, LPDP berharap dapat menarik lebih banyak kandidat berkualitas dari berbagai latar belakang. Kebijakan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui dukungan pendidikan tinggi yang lebih merata dan berkelanjutan. Calon pendaftar diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meraih mimpi studi mereka di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All