Sektor pariwisata dan hospitality di Indonesia kini tengah menghadapi tantangan baru seiring dengan meningkatnya animo masyarakat untuk berwisata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada April 2026 telah menembus angka 1,248 juta orang. Angka ini belum termasuk pergerakan wisatawan domestik yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif di berbagai destinasi tanah air.
Tingginya antusiasme masyarakat tersebut menuntut para pelaku industri untuk bergerak lebih lincah. Wisatawan modern saat ini memiliki ekspektasi tinggi terhadap kualitas layanan yang serba cepat, personal, serta terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi kunci utama bagi para pelaku usaha.
VP Enterprise Marketing & Growth Telkom, Reni Yustiani, menyatakan bahwa perubahan perilaku wisatawan yang menginginkan kemudahan dan konektivitas harus diimbangi dengan fondasi teknologi yang andal. Menurutnya, pelaku bisnis pariwisata yang tidak segera beradaptasi dengan teknologi akan tertinggal dalam persaingan global. Transformasi digital bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kenyamanan pelanggan.
Merespons kebutuhan tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui program Indibiz by Telkom Solution menghadirkan Promo Hospitality & Tourism 2026. Inisiatif ini dirancang khusus untuk mendukung transformasi digital bagi hotel, restoran, destinasi wisata, hingga bisnis penunjang lainnya. Melalui solusi terintegrasi, pelaku usaha dapat memanfaatkan konektivitas internet bisnis, sistem keamanan smart CCTV, kasir digital, hingga platform komunikasi pelanggan yang berbasis data.
Pemanfaatan teknologi digital dan AI memungkinkan pelaku usaha memahami preferensi pelanggan secara lebih akurat. Hal ini menjadi modal penting bagi pemilik bisnis untuk mengoptimalkan layanan agar lebih personal. Dengan ekosistem digital yang kuat, efisiensi operasional dapat ditingkatkan secara signifikan, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Reni Yustiani menambahkan bahwa adopsi teknologi digital akan memperkuat fundamental bisnis para pelaku usaha, termasuk sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Semakin banyak pelaku industri yang mengadopsi layanan digital, maka kemandirian digital bangsa akan semakin kokoh. Upaya ini diharapkan mampu menggeliatkan perekonomian nasional di tengah tren kunjungan wisata yang terus meningkat.
Para pelaku usaha kini dapat mengakses berbagai solusi bisnis tersebut dengan mudah melalui kanal digital resmi, termasuk situs Indibiz. Langkah ini diharapkan menjadi katalisator bagi akselerasi pertumbuhan sektor pariwisata nasional, di mana teknologi menjadi tulang punggung dalam menghadirkan pengalaman berwisata yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung.











