Friday, 11 September 2026
BREAKING
BERITA

Lonjakan Inflasi AS Picu Anjloknya Harga Emas dan Perak di Pasar Global

Oleh Emanuel September 11, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pasar komoditas global diguncang oleh koreksi tajam harga emas dan perak pada hari Selasa, dipicu oleh data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan. Emas tercatat ambruk lebih dari 1%, sementara perak mengalami pelemahan yang lebih signifikan hingga 5%. Pergerakan harga ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kebijakan moneter AS di masa mendatang.

Keluarnya data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang menunjukkan kenaikan lebih lanjut pada bulan Maret menjadi katalis utama di balik kejatuhan harga logam mulia ini. Selain itu, lonjakan harga minyak mentah juga turut memberikan tekanan pada aset safe-haven seperti emas. Kenaikan harga minyak seringkali diinterpretasikan sebagai indikator inflasi yang menguat, yang pada gilirannya dapat mendorong bank sentral untuk mengambil langkah pengetatan kebijakan.

Menurut data yang dirilis, inflasi di AS tercatat lebih panas dari ekspektasi pasar. Hal ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin akan menunda rencana penurunan suku bunga. Potensi suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama biasanya kurang menguntungkan bagi komoditas yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Analis pasar komoditas, Lukman, menyoroti dampak langsung dari data inflasi AS terhadap pergerakan harga logam mulia. “Data inflasi AS yang kuat ini benar-benar memberikan pukulan telak bagi emas dan perak,” ujar Lukman. Ia menambahkan, “Investor kini khawatir The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang membuat daya tarik emas sebagai aset safe-haven berkurang sementara.”

Pergerakan harga emas yang signifikan ini terjadi pada hari Selasa, menandai koreksi tajam setelah sempat mencatatkan rekor tertinggi sebelumnya. Emas sempat anjlok lebih dari 1% dari level tertingginya. Sementara itu, perak menunjukkan volatilitas yang lebih besar, tergelincir hingga 5%. Penurunan tajam pada perak ini juga dipengaruhi oleh sentimen negatif yang melanda pasar logam mulia secara keseluruhan.

Kondisi ini diperparah dengan kenaikan harga minyak mentah yang juga terpantau menguat. Kenaikan harga komoditas energi ini seringkali berkorelasi dengan inflasi yang lebih tinggi, sehingga memicu kekhawatiran akan tekanan harga yang berkelanjutan di perekonomian AS. Situasi ini membuat para pelaku pasar mencermati dengan seksama langkah-langkah kebijakan yang akan diambil oleh The Fed dalam beberapa pertemuan mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp