Sunday, 6 September 2026
BREAKING
BERITA

Lonjakan Harga Pangan Dunia Capai Titik Tertinggi Sejak Akhir 2022

Oleh Emanuel September 6, 2026 43 minutes lalu 0 komentar

Harga pangan global menorehkan rekor baru, mencapai level tertinggi sejak akhir tahun 2022. Kenaikan tajam ini dipicu oleh kombinasi faktor cuaca ekstrem yang melanda berbagai belahan dunia, ancaman fenomena El Niño yang kian nyata, serta ketegangan geopolitik yang terus memanas. Imbasnya, komoditas pangan yang bergantung pada impor kini merasakan tekanan yang signifikan.

Dalam laporan terbarunya, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengumumkan bahwa Indeks Harga Pangan FAO rata-rata mencatat 124,6 poin pada bulan November. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 0,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan yang lebih mengkhawatirkan, merupakan level tertinggi sejak April 2023. Kenaikan ini didorong oleh lonjakan harga pada sejumlah komoditas kunci.

Indeks Harga Sereal FAO tercatat naik 2,3 persen, mencapai 129,7 poin. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan harga gandum dan jagung. Harga gandum global meningkat 2,7 persen, didorong oleh kekhawatiran pasokan dari negara-negara produsen utama serta permintaan yang kuat. Sementara itu, harga jagung juga mengalami kenaikan 2,5 persen, dipengaruhi oleh prospek pasokan yang lebih ketat di beberapa wilayah.

Selain sereal, Indeks Harga Minyak Nabati FAO juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 0,7 persen menjadi 126,7 poin. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh harga minyak sawit yang menguat, didukung oleh permintaan yang solid dan kekhawatiran tentang produksi di negara-negara Asia Tenggara. Minyak kedelai dan minyak bunga matahari juga berkontribusi pada kenaikan indeks ini.

Sementara itu, Indeks Harga Produk Susu FAO mengalami sedikit penurunan sebesar 0,2 persen, namun tetap berada pada level 117,4 poin. Penurunan ini lebih banyak dipengaruhi oleh melemahnya harga keju dan susu bubuk skim, meskipun harga susu bubuk utuh menunjukkan sedikit penguatan.

Di sisi lain, Indeks Harga Daging FAO stabil di angka 115,1 poin. Namun, FAO mencatat adanya perbedaan pergerakan harga antar jenis daging. Harga daging unggas global sedikit meningkat, sementara harga daging babi dan daging sapi menunjukkan tren penurunan. Harga daging kambing juga cenderung stabil.

Kondisi cuaca ekstrem, seperti kekeringan dan banjir di berbagai wilayah produsen pangan utama, menjadi salah satu penyebab utama lonjakan harga ini. Ditambah lagi dengan ancaman El Niño yang dapat memperburuk kondisi cuaca dan mengganggu siklus pertanian global. Ketegangan geopolitik yang berkelanjutan juga menambah ketidakpastian pasokan dan distribusi pangan internasional.

Dampak dari kenaikan harga pangan ini diperkirakan akan semakin terasa bagi negara-negara yang bergantung pada impor pangan. Kenaikan harga komoditas seperti gandum, jagung, dan minyak nabati dapat memicu inflasi pangan domestik, yang pada gilirannya dapat memperburuk kerawanan pangan, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Bagikan: Facebook X WhatsApp