Saturday, 1 August 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Lima Hari Dramatis Guncang Rencana Infantino Jual Saham FIFA

Oleh Danu Ilham August 1, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Lima hari yang penuh gejolak akhir-akhir ini telah mengguncang rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual saham minoritas dalam kompetisi-kompetisi badan sepak bola dunia itu. Rencana ambisius yang diharapkan dapat mendatangkan miliaran dolar itu kini terancam berantakan setelah menghadapi penolakan keras dari berbagai pihak.

Krisis ini memuncak pada akhir pekan lalu ketika para pemilik klub-klub Eropa, yang diwakili oleh European Club Association (ECA), menyatakan penolakan mereka secara tegas. Penolakan ini datang setelah pertemuan penting yang diadakan pada hari Jumat, 22 September 2023, di mana Infantino memaparkan visinya. Namun, para petinggi klub justru merasa terkejut dan kecewa.

Sumber BBC Sport mengungkapkan bahwa para pemilik klub merasa ‘terkejut’ dengan proposal tersebut. Mereka menganggap bahwa gagasan menjual saham dalam kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, merupakan langkah yang tidak pantas dan berpotensi merusak integritas olahraga. Kekhawatiran utama adalah potensi komersialisasi yang berlebihan dan hilangnya kontrol atas aset-aset paling berharga dalam sepak bola.

Kekecewaan para pemilik klub bukan tanpa alasan. Selama ini, mereka merasa telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan sepak bola global, termasuk menghasilkan talenta-talenta terbaik yang mengharumkan nama bangsa. Oleh karena itu, gagasan untuk menjual aset-aset vital FIFA tanpa konsultasi yang memadai dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap peran penting mereka.

Situasi semakin rumit dengan adanya penolakan dari federasi-federasi sepak bola nasional. Beberapa federasi, terutama yang berasal dari Eropa, juga menyuarakan keprihatinan mereka. Mereka khawatir bahwa penjualan saham ini akan memberikan terlalu banyak kekuasaan kepada investor swasta, yang mungkin memiliki agenda berbeda dari kepentingan sepak bola itu sendiri.

Salah satu tokoh kunci yang menyoroti masalah ini adalah CEO Bayern Munich, Oliver Kahn. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh BBC Sport, Kahn dengan tegas menyatakan, “Saya tidak akan pernah mendukung penjualan saham kompetisi FIFA.” Pernyataan keras ini mencerminkan sentimen banyak pemangku kepentingan di sepak bola Eropa yang prihatin dengan arah yang diambil oleh Infantino.

Rencana Infantino ini memang dirancang untuk mendatangkan dana segar bagi FIFA, yang diperkirakan mencapai angka 20 miliar poundsterling (sekitar Rp380 triliun). Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk mengembangkan sepak bola di seluruh dunia. Namun, cara pendanaan yang ditempuh melalui penjualan saham kompetisi tampaknya menjadi batu sandungan terbesar.

Perkembangan dramatis ini menunjukkan betapa rapuhnya rencana-rencana besar di dunia sepak bola ketika tidak mendapatkan dukungan yang memadai dari para pihak yang memiliki kepentingan langsung. Lima hari yang penuh ketegangan ini menjadi bukti bahwa keputusan-keputusan penting di FIFA membutuhkan konsensus yang lebih luas dan transparansi yang lebih baik agar dapat diterima oleh seluruh ekosistem sepak bola global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp