Wednesday, 9 September 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Liga Eropa dan FIFPro Tuntut FIFA Atas Perlakuan Buruk terhadap Sepak Bola Wanita

Oleh Danu Ilham September 9, 2026 58 minutes lalu 0 komentar

Liga-liga sepak bola top Eropa bersama dengan serikat pemain global, FIFPro, memperluas tuntutan hukum mereka terhadap FIFA. Gugatan ini kini mencakup tuduhan “perilaku kasar” yang diduga dilakukan oleh badan sepak bola dunia tersebut terhadap perkembangan sepak bola wanita.

Langkah hukum yang diajukan ini menjadi eskalasi dari perselisihan yang telah berlangsung sebelumnya. Dengan penambahan tuduhan baru, fokus gugatan kini secara eksplisit menyoroti bagaimana kebijakan dan tindakan FIFA dinilai merugikan dan menghambat kemajuan sektor sepak bola wanita secara global.

Tuduhan “perilaku kasar” ini merujuk pada serangkaian tindakan dan keputusan FIFA yang diklaim oleh para penggugat telah memberikan dampak negatif yang signifikan. Hal ini mencakup, namun tidak terbatas pada, alokasi sumber daya yang tidak proporsional, minimnya investasi strategis, serta kebijakan yang dianggap tidak adil dibandingkan dengan perlakuan terhadap sepak bola pria.

Perwakilan dari liga-liga Eropa yang terlibat menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi ini. “Kami melihat adanya pola yang konsisten di mana sepak bola wanita tidak mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak dari FIFA,” ujar seorang juru bicara dari salah satu liga utama Eropa, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya. Ia menambahkan, “Ini bukan hanya soal keadilan, tetapi juga potensi besar yang terbuang sia-sia.”

FIFPro, sebagai organisasi yang mewakili jutaan pemain profesional di seluruh dunia, juga menyuarakan dukungannya terhadap perluasan gugatan ini. “Para pemain wanita berhak mendapatkan kondisi kerja yang setara dan kesempatan yang sama untuk berkembang,” kata juru bicara FIFPro. “Perlakuan yang selama ini kami saksikan dari FIFA jauh dari kata memadai dan justru menimbulkan kerugian jangka panjang bagi seluruh ekosistem sepak bola wanita.”

Detail spesifik mengenai “perilaku kasar” yang dimaksudkan dalam gugatan akan diuraikan lebih lanjut dalam dokumen hukum yang diajukan. Namun, secara umum, tuntutan ini bertujuan untuk mendorong FIFA agar mereformasi pendekatannya terhadap sepak bola wanita, termasuk dalam hal pendanaan, jadwal kompetisi, dan representasi di tingkat pengambilan keputusan.

Langkah hukum ini diharapkan dapat memberikan tekanan yang signifikan kepada FIFA untuk melakukan perubahan yang substantif. Para penggugat berharap agar keputusan pengadilan nantinya dapat memaksa FIFA untuk lebih serius dalam mempromosikan dan mengembangkan sepak bola wanita di panggung internasional, sejalan dengan janji-janji yang telah diutarakan sebelumnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp