Saturday, 12 September 2026
BREAKING
BERITA

Ledakan 1.100 Ton Bom Israel Picu Gempa M 4,1 di Lebanon

Oleh Emanuel September 12, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Israel melancarkan serangan udara dahsyat ke sebuah kompleks militer milik Hizbullah di Lebanon selatan, melepaskan sekitar 1.100 ton bahan peledak. Ledakan masif yang dihasilkan dari serangan tersebut dilaporkan memicu getaran seismik yang terdeteksi sebagai gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,1.

Insiden ini terjadi pada hari Selasa, 11 Juni 2024, di wilayah dekat kota Nabatiyeh, Lebanon selatan. Serangan tersebut menargetkan fasilitas yang diyakini sebagai pusat logistik dan penyimpanan senjata milik kelompok Hizbullah. Sumber militer Israel menyatakan bahwa operasi ini merupakan respons terhadap aktivitas Hizbullah yang dianggap mengancam keamanan Israel.

Dampak ledakan tidak hanya terbatas pada kehancuran fisik kompleks militer tersebut. Getaran yang timbul akibat ledakan 1.100 ton bahan peledak ini cukup kuat untuk terekam oleh alat pendeteksi gempa. Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC) mengonfirmasi adanya aktivitas seismik dengan magnitudo 4,1 yang berpusat di area tersebut. Guncangan ini dilaporkan terasa hingga ke beberapa wilayah permukiman di sekitarnya.

Seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya, seorang warga Nabatiyeh, menggambarkan suara ledakan yang sangat keras dan getaran yang kuat. “Bumi seolah berguncang hebat. Kami semua berlarian keluar rumah karena panik,” ujarnya.

Pihak Hizbullah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan ini atau tingkat kerusakan yang dialami oleh fasilitas mereka. Namun, laporan awal dari media lokal Lebanon menyebutkan adanya kerusakan signifikan pada infrastruktur di sekitar lokasi serangan. Insiden ini menambah eskalasi ketegangan yang telah berlangsung antara Israel dan Hizbullah di perbatasan Lebanon-Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Serangan yang menggunakan volume bahan peledak sebesar itu jarang terjadi dan menimbulkan kekhawatiran tentang potensi dampak lingkungan serta korban sipil di daerah yang berdekatan. Analis keamanan regional menilai bahwa operasi ini menunjukkan keseriusan Israel dalam memberantas apa yang mereka anggap sebagai ancaman militer dari Hizbullah, sekaligus meningkatkan risiko konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp