Perjalanan tim beregu Indonesia di ajang Kejuaraan Asia Junior 2026 harus berakhir di babak perempat final. Berlaga di Yatsushiro City General Gymnasium, Kumamoto, Jepang, Senin (29/6), Jolin Angelia dan kawan-kawan dipaksa mengakui keunggulan tim unggulan pertama asal Thailand.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia takluk dengan skor 0-2 setelah melewati dua set permainan yang sengit dengan skor akhir 48-55 dan 49-55. Meski sempat mencuri harapan pada laga pembuka melalui ganda putra Faizal Pangestu/Anju Siahaan yang unggul 11-7, tim Merah Putih kesulitan membendung dominasi Thailand di sisa pertandingan.
Manajer Tim, Eskar Denatara, menyatakan bahwa tim pelatih telah mengantongi berbagai catatan penting dari hasil laga ini. Fokus utama skuad Indonesia saat ini adalah melakukan pembenahan menyeluruh dalam waktu satu minggu ke depan sebelum para atlet kembali bertarung di nomor perorangan.
Eskar menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjaga kondisi fisik, teknis, dan taktik para pemain. Selain itu, aspek mental menjadi perhatian khusus agar seluruh anggota tim dalam kondisi siap tempur di babak selanjutnya. Menurutnya, meskipun hasil akhirnya belum maksimal, para pemain sudah menunjukkan usaha terbaik mereka di lapangan.
Lebih lanjut, Eskar melihat sisi positif dari penerapan skema poin 11 yang digunakan dalam kejuaraan ini. Ia menilai para pemain Indonesia menunjukkan keberanian untuk beradu strategi dan kualitas teknis yang sebenarnya tidak terpaut jauh dari lawan.
Untuk menghadapi nomor perorangan nanti, Eskar berharap para pemain bisa lebih percaya diri. Kunci utamanya adalah fokus pada permainan sendiri dan tampil habis-habisan demi meraih hasil terbaik.
Senada dengan sang manajer, kapten tim Muhammad Rizky Mubarrok mengungkapkan rasa bangganya terhadap dedikasi rekan-rekan setimnya. Meski merasa kecewa dengan hasil pertandingan, Barrok mengapresiasi perjuangan mati-matian seluruh anggota tim hingga poin terakhir.
Barrok juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung di Tanah Air karena belum berhasil melangkah lebih jauh di nomor beregu. Ia mengajak rekan-rekannya untuk segera bangkit dan mengalihkan fokus sepenuhnya pada persiapan nomor perorangan yang akan dimulai pada Rabu (1/7).
Hasil pertandingan Indonesia melawan Thailand sendiri berakhir dengan rincian pada set pertama 48-55 dan set kedua 49-55. Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi para pemain muda Indonesia untuk terus mengasah kemampuan mereka di level internasional. Meski langkah di beregu terhenti, harapan untuk meraih prestasi tetap terbuka lebar di nomor perorangan.











