Langkah Janice Tjen/Eudice Chong Terhenti Dramatis di Perempat Final Eastbourne Open 2026

Emanuel

Pasangan ganda putri Indonesia-Hong Kong, Janice Tjen dan Eudice Chong, harus menghentikan perjuangan mereka di turnamen tenis Eastbourne Open 2026. Keduanya takluk di babak perempat final setelah melalui pertarungan sengit tiga set melawan duo Belanda-Inggris, Isabelle Haverlag dan Maia Lumsden, pada Kamis (25/6). Kekalahan 4-6, 6-3, 7-10 dalam format tie-break ini sekaligus mengakhiri kiprah Janice Tjen di ajang pemanasan Wimbledon tersebut.

Pertandingan yang berlangsung di lapangan rumput ikonik Devonshire Park, Eastbourne, Inggris, menjadi saksi bisu kegigihan kedua pasangan. Janice dan Chong memulai laga dengan kurang meyakinkan. Mereka kehilangan servis pada gim pertama dan ketiga di set pembuka, membuat mereka tertinggal di awal.

Meski demikian, pasangan Indonesia-Hong Kong ini menunjukkan semangat juang tinggi. Mereka berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 4-4 setelah merebut dua gim beruntun. Sayangnya, momentum tersebut gagal dipertahankan, dan Haverlag/Lumsden kembali mengambil kendali untuk mengunci set pertama dengan skor 6-4.

Memasuki set kedua, Janice/Chong tampil lebih agresif dan penuh determinasi. Mereka bertekad untuk memaksakan set penentuan. Kedua pasangan sempat saling bertukar break servis di awal set, menunjukkan kualitas permainan yang berimbang.

Namun, Janice/Chong berhasil menemukan ritme permainan terbaik mereka dan mengambil alih kendali. Sebuah break krusial pada gim kedelapan membawa mereka unggul 5-3. Keunggulan tersebut sukses mereka pertahankan, mengakhiri set kedua dengan kemenangan 6-3 dan memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

Set ketiga berlangsung semakin ketat, dengan intensitas pertandingan yang terus meningkat. Kedua pasangan kembali saling mematahkan servis, menunjukkan bahwa tidak ada yang mau menyerah. Kedudukan imbang 6-6, membuat pertandingan harus diselesaikan melalui tie-break super yang menegangkan.

Dalam tie-break, Janice/Chong sempat menjaga persaingan ketat hingga skor mencapai 7-7. Namun, Haverlag/Lumsden menunjukkan ketenangan yang lebih baik di momen-momen krusial. Mereka berhasil merebut tiga poin beruntun, mengunci kemenangan tie-break dengan skor 10-7 dan memastikan tiket semifinal turnamen tenis Eastbourne Open 2026.

Data statistik pertandingan menunjukkan betapa tipisnya perbedaan performa kedua pasangan. Haverlag/Lumsden terbukti sedikit lebih efektif dalam memanfaatkan peluang break point, dengan mengonversi empat dari tujuh kesempatan yang mereka peroleh. Di sisi lain, Janice/Chong juga mencatatkan efektivitas yang baik dengan mengamankan empat break dari enam peluang yang ada.

Secara keseluruhan, pasangan Haverlag/Lumsden mengumpulkan 66 poin sepanjang laga, sedikit lebih unggul dari 61 poin yang dicatatkan oleh Janice/Chong. Angka-angka ini menggambarkan betapa sengit dan ketatnya pertarungan di perempat final Eastbourne Open kali ini, yang berlangsung lebih dari satu setengah jam.

Hasil ini mengakhiri perjalanan Janice Tjen di Eastbourne Open 2026. Sebelumnya, petenis muda Indonesia ini juga telah terhenti di babak pertama sektor tunggal putri. Sebagai unggulan keenam, Janice Tjen kalah dari petenis Amerika Serikat Caty McNally dalam pertandingan maraton yang berlangsung selama lebih dari tiga jam. Laga tersebut berakhir dengan skor 5-7, 7-6(5), 3-6, menunjukkan kegigihan Janice meskipun harus menelan kekalahan.

Eastbourne Open sendiri merupakan turnamen penting dalam kalender tenis, khususnya sebagai ajang pemanasan utama di lapangan rumput menjelang Grand Slam Wimbledon. Dengan status WTA 500, turnamen ini menarik banyak petenis top dunia. Partisipasi dan pencapaian Janice Tjen hingga perempat final ganda putri, serta pertarungan sengit di sektor tunggal, menunjukkan potensi besar yang dimilikinya di kancah tenis internasional. Meskipun langkahnya terhenti, pengalaman berharga dari turnamen bergengsi ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk kompetisi mendatang.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All