Banyak orang ragu untuk berolahraga ketika kurang tidur. Kekhawatiran bahwa aktivitas fisik akan sia-sia menghantui. Namun, riset terbaru memberikan kabar baik bagi para pegiat kebugaran.
Sebuah studi yang dirilis pada tahun 2024 mengungkap temuan menarik. Peserta yang rutin tidur hanya lima jam per malam masih mampu menunjukkan peningkatan signifikan saat menjalani latihan kekuatan.
Penelitian ini melibatkan 36 pria yang belum pernah melakukan latihan kekuatan sebelumnya. Mereka dibagi dalam tiga kelompok. Satu kelompok rata-rata tidur tujuh jam, kelompok kedua sekitar lima jam, dan kelompok kontrol tidak berolahraga.
Hasilnya cukup mengejutkan. Kelompok yang tidur tujuh jam menunjukkan sedikit keunggulan pada beberapa kelompok otot. Namun, sebagian besar kelompok otot menunjukkan perkembangan yang seimbang antara kelompok tujuh jam dan lima jam.
Yang terpenting, kedua kelompok yang berolahraga ini sama-sama mengalami pertumbuhan otot lebih baik dibanding kelompok kontrol yang tidak berlatih. Hal ini menunjukkan bahwa tidur lima jam pun masih memungkinkan untuk mencapai kemajuan dalam latihan beban.
Brad Schoenfeld, seorang peneliti sains olahraga, turut menyoroti studi ini. Ia menjelaskan bahwa meski ada jumlah tidur minimum yang dibutuhkan untuk pertumbuhan otot, angka pastinya belum jelas dan bersifat individual.
“Tidur tujuh jam mungkin sudah cukup baik. Bagaimana dengan lima jam? Itulah yang diteliti dalam studi ini,” ujar Schoenfeld. Ia menambahkan bahwa sains belum bisa memberikan jawaban pasti, namun tidur yang sangat minim jelas tidak ideal.
Studi ini memiliki keterbatasan. Pesertanya hanya pria, menggunakan resistance bands, dan belum terlatih. Namun, temuan ini sejalan dengan pandangan banyak pelatih kebugaran.
Tidur yang berkualitas memang penting untuk pemulihan otot. Namun, bukan berarti Anda harus membatalkan sesi latihan hanya karena semalam kurang tidur. Tubuh tetap memiliki waktu 23 jam lainnya untuk istirahat.
Konsistensi menjadi kunci utama. Melakukan latihan secara teratur, bahkan dengan kondisi tidur yang kurang optimal, lebih baik daripada hanya berolahraga saat kondisi sempurna.
“Mendapatkan sebagian besar hal dengan benar, sebagian besar waktu, lebih baik daripada sesekali mendapatkan semuanya dengan sempurna,” tegas para ahli.
Perangkat pelacak kebugaran seperti smart ring atau smartwatch dapat membantu memantau kualitas tidur. Oura ring atau Fitbit Air bisa menjadi pilihan. Namun, jangan jadikan skor tidur rendah sebagai alasan mutlak untuk melewatkan latihan.
Prioritaskan konsistensi. Datang ke gym kapan pun Anda bisa, niscaya kemajuan akan tetap tercapai.
