Industri teknologi dunia tengah berada dalam posisi genting akibat kelangkaan chip memori yang semakin parah. Kelompok industri chip, SEMI, secara tegas mendesak pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar tidak melakukan intervensi berlebihan dalam krisis ini.
Kelompok yang beranggotakan raksasa semikonduktor dunia seperti Micron asal AS, serta Samsung Electronics dan SK Hynix dari Korea Selatan tersebut khawatir langkah pemerintah justru akan memperkeruh keadaan. Mereka meminta Gedung Putih tidak mendistorsi harga maupun membatasi kapasitas produksi.
Dalam surat resmi yang diserahkan kepada pejabat senior Gedung Putih, SEMI menegaskan bahwa pasar saat ini sedang berupaya memulihkan diri melalui investasi manufaktur di Amerika Serikat. Selain itu, mereka menekankan pentingnya mempertahankan perjanjian pembelian jangka panjang dengan para klien.
Peringatan ini muncul di tengah lonjakan permintaan chip memori yang dipicu oleh kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI. Data industri menunjukkan bahwa permintaan komponen untuk prosesor kelas atas tersebut melampaui kapasitas produksi yang ada.
Kondisi ini tidak hanya memukul produsen perangkat elektronik, tetapi juga berdampak pada sektor otomotif dan peralatan rumah tangga. Bahkan, Apple dan Microsoft dikabarkan telah menaikkan harga produk mereka akibat membengkaknya biaya komponen.
Terkait upaya pemenuhan pasokan, Apple kini tengah melobi pemerintahan Trump untuk mendapatkan izin pembelian komponen dari pemasok asal China yang masuk dalam daftar hitam Pentagon. Langkah ini dilakukan melalui pendekatan langsung kepada Menteri Keuangan Scott Bessent serta sejumlah menteri terkait lainnya.
Merespons potensi lonjakan harga bagi konsumen, SEMI memberikan tawaran solusi alternatif. Mereka menyarankan pemerintah untuk bekerja sama dengan Kongres guna merumuskan skema pengurangan atau kredit pajak. Kebijakan ini dinilai lebih efektif untuk menekan harga jual laptop dan ponsel bagi masyarakat luas.
Di sisi lain, kekhawatiran juga datang dari pihak legislatif. Senator Partai Republik dari Ohio, Bernie Moreno, telah mengingatkan Menteri Perdagangan Howard Lutnick bahwa krisis memori bisa memicu kekacauan pasokan serupa dengan era pandemi virus corona.
Meski produsen berencana meningkatkan kapasitas produksi sebesar 19 persen per tahun, pembangunan fasilitas baru membutuhkan waktu yang cukup lama. Ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan ini diprediksi masih akan menjadi tantangan besar bagi stabilitas harga barang elektronik di pasar global dalam jangka pendek.
Hingga saat ini, para pelaku industri berharap Washington mampu mengambil langkah bijak tanpa harus merusak mekanisme pasar yang sedang berupaya melakukan penyesuaian di tengah tingginya kebutuhan teknologi berbasis AI.











