Saturday, 22 August 2026
BREAKING
BERITA

Krisis 1998: 14 Menteri Ekonomi Kompak Mundur di Tengah Amukan Rupiah dan Inflasi

Oleh Emanuel August 22, 2026 1 hour lalu 0 komentar

JAKARTA – Krisis ekonomi terparah yang melanda Indonesia pada 21 Mei 1998 memuncak dengan pengunduran diri massal 14 menteri di jajaran kabinet ekonomi. Keputusan dramatis ini terjadi di tengah anjloknya nilai tukar Rupiah dan lonjakan inflasi yang tak terkendali, menandai titik nadir kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden Soeharto.

Langkah serentak para menteri ekonomi ini, yang disampaikan melalui surat kepada Presiden Soeharto, merupakan respons terhadap situasi ekonomi yang memburuk dengan cepat. Rupiah yang terus melemah terhadap Dolar Amerika Serikat, ditambah dengan harga-harga kebutuhan pokok yang meroket, menciptakan kepanikan di masyarakat dan mengikis fondasi stabilitas ekonomi negara. Situasi ini semakin diperparah dengan maraknya demonstrasi dan tuntutan reformasi yang semakin kencang.

Di antara para menteri yang memilih untuk mengundurkan diri adalah figur-figur kunci dalam pengelolaan ekonomi nasional. Nama-nama seperti Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Tungky Ariwibowo, serta Menteri Pertanian dan Kehutanan Sjarifoeddin Baharsjah, termasuk dalam daftar yang mengajukan pengunduran diri. Pengunduran diri ini bukan hanya sekadar kehilangan pejabat, tetapi juga sinyal kuat bahwa kabinet ekonomi yang ada tidak lagi mampu mengatasi badai krisis yang tengah menerpa.

Keputusan para menteri ini semakin mempertegas keretakan di dalam pemerintahan dan semakin menekan posisi Presiden Soeharto. Sehari sebelumnya, pada 20 Mei 1998, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menggelar sidang paripurna yang salah satunya membahas agenda reformasi. Namun, gelombang penolakan terhadap pemerintahan Soeharto yang semakin meluas, termasuk dari kalangan mahasiswa dan tokoh-tokoh nasional, membuat situasi semakin genting.

Pengunduran diri massal para menteri ekonomi ini menjadi salah satu pemicu utama yang berujung pada pidato pengunduran diri Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Krisis yang ditandai dengan ambruknya Rupiah dan meroketnya inflasi ini, ditambah dengan krisis kepercayaan politik, akhirnya memaksa Soeharto mengakhiri masa kekuasaannya yang telah berlangsung selama 32 tahun. Peristiwa ini menjadi babak baru dalam sejarah Indonesia, membuka jalan bagi era reformasi yang dinanti-nantikan oleh rakyat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp